Hobi Berkuda, Raih Juara Lomba Foto Karakter Terunik

Faiz Niamurrahman

Faiz Niamurrahman
Salah satu siswa asal Lembaga Pendidikan Berbasis Alam SD SAInS Jatim (Sentra Anak Inklusif Situbondo) bernama Faiz Niamurrahman berhasil dinobatkan sebagai peraih penghargaan foto karakter terunik dalam ajang pencarian bakat yang dihelat Al faza Education Tour Situbondo.
Ajang yang dilaksanakan di lapangan Langai Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo itu diminati berbagai siswa di Kota Santri, satu diantaranya siswa asal SD SAInS Situbondo Jatim.
Menurut Kepala Sekolah SD SAInS Jatim, ST Wati Sulasminingsih, sosok Faiz, banyak memiliki kelebihan sejak memasuki usia sekolah SD. Satu diantaranya, kata Wati-panggilan karib ST Wati Sulasminingsih, anak didiknya tersebut piawai berkuda dan pandai berenang. Selain itu, sambung Wati, Faiz juga dikenal pandai membuat tulisan kaligrafi, fasih berbahasa Inggris, hafal 30 juz Alquran dan hafal bentuk bendera negara diseluruh dunia. “Yang fenomenal, Faiz pernah meraih lomba foto karakter terunik pada lomba yang diadakan Al Faza Education Tour Situbondo,” tutur Wati seraya mengakui penilaian lomba foto melalui sistem pooling.
Untuk diikutkan lomba yang resmi, anak Pasangan Heriawan-Hana itu belum bisa dengan alasan sampai saat ini belum ada kepanitiaan yang care dan welcome dengan anak berkebutuhan khusus. Selain itu, aku Wati, keberadaan Faiz bersama siswa lain lebih senang mengikuti sebuah event dengan didampingi para gurunya dan harus berbarengan dengan kondisi psyikis yang mood dan nyaman.
“Sebab kadang anak autis itu sulit untuk diam, jika mengikuti kegiatan yang tidak sesuai dengan kegemarannya,” papar Wati. Selain diikutkan dalam berbagai kegiatan ekstra dan aneka olahraga, Faiz yang kini berusia 11 tahun dan masih kelas 4 SD bersama sesama siswa yang lain juga diajak untuk mengikuti kegiatan pengenalan dunia koresponden.
Agar kiprah anak didiknya yang sebagaian besar berstatus sebagai ABK dikenal publik, Wati, ia bersama tenaga pengajar yang lain banyak meng-upload semua kegiatan diberbagai media sosial (medsos) seperti Facebook, Instagram, Twiter dan media yang lain.
“Ini dilakukan karena di lembaga pendidikan kami tidak hanya menerima siswa ABK saja, melainkan juga menerima siswa reguler,” pungkas Wati. [awi]

Tags: