Hiburan Malam dan Panti Pijat Wajib Ditutup

HM Irsyad Yusuf

Pasuruan, Bhirawa
Menyambut bulan suci ramadan 1440 H, Pemkab Pasuruan mewajibkan tempat hiburan malam serta hiburan lainnya untuk menghentikan sementara aktivitas mereka selama bulan suci ramadan.
Aturan wajib tersebut berdasarkan surat edaran yang ditanda tangani oleh Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf, anggota Forpimda Kabupaten Pasuruan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasuruan, KH Nurul Huda, Ketua PCNU, KH Imron Mutamakkin, Rois Surya PCNU, KH Muzakki Birul Alim, hingga para alim ulama maupun Ormas Islam di Kabupaten Pasuruan.
“Selama awal ramadan hingga menjelang lebaran Idul Fitri, tempat hiburan malam (tempat karaoke, club, diskotik, panti pijat dan lainnya) di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan wajib ditutup. Peraturan ini sebagai bentuk penghargaan kepada bulan suci ramadan dan menghormati masyarakat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa,” ujar Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf, Minggu (5/5).
Selain tempat hiburan malam, jam buka restoran atau tempat makan juga menjadi poin utama selama ramadan. “Untuk pemilik rumah makan maupun sejenisnya sementara wajib tutup pada pagi dan siang hari. Untuk sore harinya bisa kembali beraktifitas seperti biasanya,” tambah HM Irsyad Yusuf.
Nantinya, jika masih ada pengelola tempat usaha hiburan malam yang masih melakukan aktivitas, termasuk restoran buka pagi-siang hari selama bulan Ramadan, Pemkab Pasuruan tidak akan segan-segan memberikan sanksi, seperti sanksi hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Apabila kesepakatan ini dilanggar, maka pihak kepolisian yang akan bertindak. Tindakan itu sesuai aturan,” kata Gus Irsyad panggilan akrabnya, sesaat usai penandatanganan kesepakatan.
Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh umat Islam untuk melaksanakan ibadah puasa, shalat tarawih serta membaca dan mempelajari Al Quran.
Selain itu masyarakat disarankan untuk memperbanyak aktivitas sosial, seperti amaliyah zakat, infaq, dan sadaqah melalui badan amil zakat atau unit pengumpulan zakat yang telah ditunjuk.
Sedangkan, untuk penggunaan alat pengeras suara di masjid dan musalah, agar memperhatikan kenyamanan dan kerukunan antarumat beragama. Sehingga hubungan silaturahmi dapat terjaga dengan baik.
“Kami anjurkan penggunaan pengeras suara di luar ruangan dibatasi hingga pukul 22.00. Dan kami juga menghimbau kepada seluruh kios, toko, dan penjual lainnya, dilarang keras untuk menjual mercon, petasan atau sejenisnya,” jelas Gus Irsyad. [hil]

Tags: