Hibah Erasmus +, Dorong Mahasiswa Kembangkan Inkubator Bisnis

Kota Malang, Bhirawa
ABM merupakan salah satu dari 11 universitas di Eropa dan Indonesia penerima dana hibah yang diarahkan untuk membuat resource di perguruan tinggi, yang bisa menjembatani institusi pendidikan dengan dunia usaha.
Dana hibah ini untuk peningkatan kapasitas, menumbuhkan jiwa, cara berpikir, dan mental entrepreneurial bagi civitas akademika ABM. Pelaku wirausaha pun juga dihadirkan agar bisa saling bertukar pikiran secara langsung.
Kaprodi Akutansi STIE Malangkucecwara, Widanarni Pujiastuti, Rabu 26/6 kemarin, disela-sela kunjungan tim eramus+, mengutarakan ada program bantuan hibah selama selama tiga tahun. Tujuan utamanya adalah mengembangkan kewirausahaan. Salah satunya difasilitasi membuat tempat bertemu namanya grup HUB. “Kalau di kita namanya ABM Hub,” tuturnya.
ABM Hub sendiri, telah diresmikan pada tanggal 11 April 2019 lalu. Sejumlah perangkat PC, Laptop, Tablet, dan internet berkecepatan tinggi juga sudah disediakan. Selain itu juga ada program kunjungan yang dilakukan setiap enam bulan sekali, mulai dalam hingga luar negeri.
“Ruangan sudah mulai aktif berjalan, kita sudah mulai mengundang alumni yang wirausahawan. Dia menyampaikan tentang Smart Bisnis Mapping (SBM). Harapanya nanti akan terus berlanjut dengan entrepreneur lain. Apakah itu alumni, non alumni juga gak masalah,” paparnya.
Dengan fasilitas ini, lanjut dia, ia optimis program entrepreneurial bisa lebih merata dan maksimal. Para mahasiswa khususnya, tidak hanya mengetahui tentang isu teoritisnya saja, tapi juga isu-isu praktis.
”Jiwa – jiwa entrepreneur itu sebenernya sudah ada, cuma mungkin belum diwadahi lebih khusus. Kemudian training – training yang spesifik itu masih kurang. Harapannya kedepan pelatihan – pelatihan lebih banyak, difasilitasi pameran juga untuk menawarkan produk,”tukasnya..
Ia menjelaskan, selama pengelolaan dana hibah tersebut, telah banyak yang dihasilkan oleh Kampus ABM. Antara lain Kampus ABM telah memiliki Gedung ABM HUB yang dilengkapi dengan peralatan yang canggih. Selain itu ABM telah berhasil pengembangan kurikulum, incubator business dan menambah UKM binaan.
Incubator business merupakan program yang menghubungkan startup business mahasiswa, alumni, pengusaha, dan stake holder lainnya untuk bisa berdiskusi dalam mengembangkan ide usaha.
Termasuk juga bagi masyarakat yang ingin belajar tentang bisnis dan wirausaha. Semuanya berpusat di Gedung ABM HUB. Salah satu prestasi Kampus ABM dengan mengembangkan program incubator busines dari hibah Erasmus + yakni lolosnya sembilan tim mahasiswa dalam Pekan Kreatiftas Mahasiswa (PKM) higga tingkat Pimnas.
Prof. Neil Towers, perwakilan dari dosen asing, yang berkunjung ke ABM mengatakan, ia merasa senang melihat perkembang program UKM yang dibina oleh STIE Malangkucecwara Malang. Menurutnya, produk yang dihasilkan oleh UKM dan mahasiswa sangat inovatif. Bahkan ia sempat membeli beberapa tempat minum dan vas bungan dari bahan bambu.
“Ini sangat bagus, dan harus terus dikembangkan,” kata dia.
STIE Malangkucecwara (ABM) menerima kunjungan Prof Neil Towers and Nadine Sulkowski sebagai kemitraan Hibah International Erasmus+ dari Uni Eropa senilai Rp 1,5 miliar. [mut]

Tags: