Heru Dewanto: Jumlah Insinyur di Indonesia Masih Kurang Banyak

Kota Malang, Bhirawa
Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Dr. Ir. H. Heru Dewanto. MSc. (Eng). IPU., Selasa (23/4), melantik 12 insinyur dari Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Pada kssempatan itu, Heru menyampaikan bahwa Indonesia masih membutuhkan banyak insinyur untuk membantu pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah di Indonesia.
Dari 40 perguruan tinggi (PT) yang mendapat mandat dari PII untuk menyelenggarakan program profesi insinyur, belum mampu memenuhi jumlah yang dibutuhkan. “Lulusan sarjana teknik sekitar enam puluh ribu per tahun. Jika diasumsikan, setiap PT dapat menghasilkan seratus insinyur. Itu artinya dari empat puluhan PT, hanya bisa menghasilkan 40 insinyur,” ungkapnya.
Setidaknya ada dua faktor yang menghambat minimnya lulusan insinyur di Indonesia. Pertama, minat masyarakat untuk menempuh Program Profesi Insinyur. Kedua, kapasitas daya tampung dari PT yang sangat terbatas. “Masalah inilah yang sedikit banyak menghambat pembangunan infrastruktur di Indonesia saat ini,” tutur Heru alumnus University of Leeds, Inggris di hadapan peserta yudisium.
Oleh karena itu, pria yang menyandang gelar doktor dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mendorong beberapa perguruan tinggi di Indonesia terutama di luar dari 40 perguruan tinggi yang sudah menerima mandat PII, untuk membantu mencetak lulusan insinyur yang berpotensi. Terlebih, ikut serta membantu memenuhi kebutuhan Indonesia untuk penyediaan jumlah lulusan insinyur yang dibutuhkan.
Sementara, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. Wakil Rektor 1 UMM mengajak para calon wisudawan menghimbau para calon wisudawan untuk melanjutkan pendidikan di jenjang berikutnya. “Pendidikan di Indonesia harus terus berkembang,“ pesannya. Selain meluluskan program insinyur, acara Yudisium ini juga meluluskan 147 mahasiswa fakultas teknik dari program Sarjana hingga Diploma 3. [mut]

Tags: