Hasil Jeblok, DPRD Kota Malang Segera Panggil Pengurus KONI

Foto Ilustrasi

Kota Malang, Bhirawa
Dana yang dikucurkan Pemkot Malang kepada KONI Kota Malang, tidak sebanding dengan pretasi yang diraih. Kondisi ini mendapat perhatian serius Komisi D DPRD Kota Malang. Dalam waktu dekat pihaknya akan segera menjadwalkan pemanggilan pengurus KONI.
Sekretaris Komis D DPRD Kota Malang, Sugiono, kepada wartawan Senin 15/7  kemarin, mengutarakan sudah sepatutnya jika  prestasi KONI Kota Malang dipertanyakan. Ini sebagai bentuk tanggungjawab dewan sebagai lembaga yang ikut mengontrol terhadap penggunaan APBD.
Seharusya, menurut dia dengan anggaran yang besar, prestasi yang diraih harus sebanding, jika tidak bisa mempersembahkan prestasi dengan maksiamal, maka kata dia, KONI Kota Malang harus melakukan evaluasi secara menyeluruh.
“Saya kira tidak hanya sekedar evaluai, tetapi harus berani melakukan perombakan pengurus. Ini pasti ada yang salah. Apalagi kita melihat pengurus KONI juga perlu dilakukan regenerasi. Kalau sudah tidak mempu membawa pretasi  ya tentunya harus tahu diri,”tuturnya.
Ia melihat, kepengurusan KONI merupakan orang-orang lama,  untuk itu perlu dilakukan regenarasi, agar  ada gretegtnya. Karena menjadi pengurus KONI itu, dituntut untuk mampu membawa olahraga Kota Malang lebih berprestasi. “Kalau Prestasinya jeblok, ya harus tahu dirilah,”tukasnya.
Patut diketahui perolehan medali yang cukup menurun yakni 40 emas, 49 perak dan 49 perunggu membuat Kontingen Kota Malang harus puas berada di urutan keempat di bawah Kabupaten Sidoarjo.
Sedabgjan  Porprov V 2015 di Banyuwangi, Kota Malang mampu meraih 42 emas dan mampu berada di posisi runner up tepat di bawah Kota Surabaya.
Kota Malang kalah jauh dengan  Kota Kediri yang berada di posisi kedua dengan mendapatkan 60 emas, 44 perak dan 49 perunggu dan Kabupaten Sidoarjo yang meraih 46 emas, 36 dan 47 perunggu di posisi ketiga.
Ketua Umum KONI Kota Malang Eddy Wahyono mengaku pada gelaran Porprov VI 2019 Jawa Timur ini seluruh atletnya sudah berjuang maksimal untuk meraih medali. Akan tetapi hasil sudah membuktikan bahwa posisi keempat adalah tempat terakhir pada ajang dua tahunan itu.
“Semua (atlet) sudah menunjukkan yang maksimal. Tapi kita juga lihat dari kota lain menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya,” ujarnya, [mut]