Hari Terakhir, Bupati Sumenep Pantau UNBK Paket C

Bupati Sumenep A. Busyro Karim saat meninjau pelaksanaan UNBK Paket C di salah satu PKBM.

Sumenep, Bhirawa
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi peserta didik Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Paket C sejak Jumat (12/4) hingga Senin (15/4) kemarin.
Pelaksanaannya berjalan lancar, baik yang digelar di PKBM wilayah daratan maupun di kepulauan. Kabupaten Sumenep ini memiliki 27 Kecamatan. Dari puluhan kecamatan itu terdapat 126 Pulau yang berpenghuni.
Pada hari terakhir pelaksanaan UNBK Paket C ini, Bupati Sumenep, A. Busyro Karim melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan UNBK tersebut disejumlah penyelenggara PKBM, salah satunya di PKBM Raudlatul Islam Tarogan Kecamatan Lenteng. Hasil pantauannya, para peserta telah melaksanakan ujian dengan maksimal tanpa ada kendala apapun, termasuk dalam pengoperasian komputer saat menyelesaikan soal-soal yang telah tersedia.
“Sekarang merupakan hari terakhir pelaksanaan UNBK bagi siswa paket C. Sejak hari pertama hingga hari terakhir ini berjalan lancar. Semoga hasil nilainya juga bagus,” kata Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, Senin (15/4).
Pada tahun ini, di Sumenep terdapat 54 penyelenggara PKBM dengan total peserta sebanyak 1.226 orang. Peserta dan lembaga penyelenggara itu tersebar di daratan dan kepulauan. Dari puluhan lembaga penyelenggara itu 100 persen melaksanakan UNBK secara online. Baik di wilayah kepulauan maupun di daratan. Tidak ada bedanya dengan UNBK untuk peserta didik formal. “Untuk tingkat kehadiran pun, mereka hadir semua, hanya di hari terakhir ini ada satu orang yang tidak hadir. Mereka rupanya antusias saat mengikuti ujian,” paparnya.
Orang nomor satu di Kabupaten ujung timur Pulau Madura ini menegaskan, pendidikan ini sangat penting bagi saipa pun dan tidak ada kata terlambat dalam belajar. Dimasa yang semakin ketat dalam persaingan sosial, pengetahuan sangat dibutuhkan agar masing-masing individu tetap bisa bersaing dalam mewujudkan impiannya. Pengetahuan itu bisa didapat dalam pendidikan formal maupun non formal. “Untuk mengasah pengetahuan diri, bisa diperoleh dimeja pendidikan formal dan juga di non formal. Untuk itu, kita harus terus pacu bersama rasa semangat kita dalam memperoleh pengetahuan. Ijazah sebagai bukti formal dalam pendidikan juga sangat dibutuhkan, karena di semua lini, baik di dunia kerja maupun di lainnya, pasti membutuhkan ijazah sebagai salah satu syarat dalam bekerja,” ucapnya.
Lebih lanjut Bupati dua periode ini menyampaikan, lembaga pendidikan yang ada di Bumi Sumekar ini harus terus meningkatkan kualitas pendidikan. Sebab, baik dan buruknya masa depan bangsa ini sangat ditentukan oleh produk pendidikan. Semua masyarakat harus bisa melek pendidikan, mengasah diri dan tidak perlu ada batas waktu dalam menambah pengetahuan.
“Di zaman digital ini, silahkan manfaatkan fasilitas yang ada dengan terus meningkatkan kualitas pengetahuan ini. Kami di pemerintahan akan terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, baik formal maupun non formal,” tegasnya. [sul]

Tags: