Hari Pertama, 22 Anggota DPRD Bolos

Anggota DPRD yang masuk kerja di hari pertama pascalibur Lebaran.

33 ASN Kabupaten Probolinggo Absen
Probolinggo, Bhirawa
Hari pertama kerja pascalibur Lebaran 2019, dari 29 anggota DPRD Kota Probolinggo yang ada, hanya 7 wakil rakyat yang masuk kerja, Senin (10/6). Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Kota Probolinggo Agus Rudianto Ghofur dan mengaku tidak tahu secara pasti apa alasan tidak hadirnya 22 anggota dewan tersebut, Selasa (11/6).
Tujuh anggota dewan yang masuk kerja itu adalah Ketua DPRD Kota Probolinggo, Agus Rudianto Ghofur; Wakil Ketua, Muhklas Kurniawan; Wakil Ketua Roy Amran dan empat anggota, Saiful Rahman (PKS), Saiful (Golkar), Jamiatul Holifan (Golkar) dan Muhammad Yoni (NasDem). “Saya tidak paham kenapa mereka tidak masuk, karena tidak ada pemberitahuan ke kami sebelumnya,” kata Agus.
Agus mengaku, tidak ada aturan khusus yang mengatur sanksi ketika anggota dewan tidak masuk kerja di hari biasa atau tidak sedang menggelar paripurna. Baru ketika anggota dewan tidak hadir dalam sidang paripurna tiga kali berturut-turut, dalam tata tertib dewan, akan ada sanksi. “Saat ini tidak ada agenda rapat dewan,” jelasnya.
Namun dalam waktu dekat, lanjut Agus, DPRD Kota Probolinggo akan menggelar rapat paripurna Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksaa Keuangan (LHPBPK) tahun 2018. “Saat ini draf pembahasan masih berada di tingkat komisi-komisi,” tegasnya.
Sedangkan di Kabupaten Probolinggo terdapat 33 ASN yang tidak masuk di hari pertama masuk kerja pasca libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Absennya puluhan ASN itu diketahui dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin Sekda Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono. Alasan mereka absen pun bermacam-macam.
Dari data yang diperoleh berdasarkan daftar hadir dan sidak yang dilakukan, ada 33 ASN tidak masuk kerja. Rinciannya dengan keterangan sakit 6 orang berdasarkan surat keterangan dokter, cuti sakit 9 orang tanpa surat keterangan dokter, alasan penting anak opname 1 orang, dan cuti bersalin 15 orang. Kemudian cuti besar umroh 1 orang dan cuti di luar tanggungan Negara gajinya tidak dibayarkan 1 orang.
Artinya dari 7.685 orang ASN di semua OPD dan kecamatan. jumlah ASN masuk kerja mencapai 7650 orang. Serta 2 orang tugas belajar kuliah (dihitung masuk).
“Sesuai surat edaran MenPAN dan RB RI, kami akan memberikan sanksi bagi ASN yang tidak masuk tanpa ada keterangan yang sah dan jelas. Oleh karena itu, silahkan Inspektorat untuk menindaklanjutinya dan sanksinya juga harus dilaporkan kepada KemenPAN dan RB RI hari ini juga,” kata Soeparwiyono.
Soeparwiyono mengatakan sidak ini tidak hanya ditujukan pada staff saja. Melainkan juga untuk mengecek tingkat kehadiran semua ASN mulai dari eselon II, III, dan IV.
“Semua harus dicek, termasuk para pimpinannya. Karena kedisiplinan itu diawali dari pimpinannya. Kalau pimpinannya disiplin, maka akan diikuti oleh semua anak buahnya,” tegasnya.
Sementara Inspektur Kabupaten Probolinggo Sigit Sumarsono mengungkapkan secara umum pelaksanaan sidak berjalan dengan lancar dengan tingkat kehadiran yang cukup tinggi.”Sidak ini bertujuan untuk memantau dan melihat dari dekat tingkat kedisiplinan karyawan/karyawati di lingkungan Pemkab Probolinggo pasca libur bersama dan cuti lebaran,” tambahnya. [wap]

Rate this article!
Tags: