Hari Ini, 52.312 Pendaftar Ikuti Computer Assisted Test

Sekdaprov Jatim Dr Ir Heru Tjahjono meninjau lokasi tes CPNS berbasis CAT di Kanreg II BKN, Waru, Sidoarjo kemarin, Kamis (25/10).

Ajukan Sanggahan, 324 Pelamar CPNS Pemprov Diloloskan
Pemprov Jatim, Bhirawa
Setelah melalui proses verifikasi administrasi oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, sebanyak 52.312 pelamar CPNS pada formasi pemprov akan mengikuti Computer Assisted Test (CAT) mulai hari ini, Jumat (26/10). Jumlah peserta tes mengalami penambahan setelah BKD menerima sanggahan dari sejumlah pelamar.
Semula, pada surat pengumuman BKD Nomor 810/7548/204/2018 tercatat ada 51.988 dari 63.168 pelamar yang lolos administrasi. Setelah masa sanggah, terdapat tambahan 324 pelamar yang akhirnya diloloskan. “Yang tidak dapat mengikuti tes ada lebih dari 10 ribu. Itu setelah kita menerima sanggahan dan sudah kita jawab,” tutur Sekdaprov Jatim Dr Ir Heru Tjahjono saat meninjau kesiapan CAT CPNS di Kantor Regional II BKN di Sidoarjo kemarin.
Heru mengungkapkan, Gubernur Jatim telah memberikan perintah agar panitia rekruitmen CPNS memberikan pelayanan terbaik kepada pelamar. Termasuk memberikan jawaban atas sanggahan yang diterima dari hasil verifikasi. Selain itu, fasilitas terhadap CAT CPNS juga telah dipenuhi dengan baik. “Pada hari pertama ini kita menggelar tiga gelombang dan dipilih peserta tes yang tempat tinggalnya tidak lebih dari radius 50 kilo meter,” tutur dia.
Tentang kesiapan perangkat keras dan perangkat lunak ujian, Heru memastikan semua telah siap. Kalaupun terjadi masalah selama tes berlangsung, panitia telah menyiapkan komputer cadangan 10 persen dari total komputer yang digunakan. Selain itu, waktu selama terjadi masalah tidak akan terpotong. “Prinsipnya peserta tidak akan dirugikan. Jika ada gangguan lima menit misalnya, waktunya tidak akan dikurangi dan jawabannya sudah tersimpan,” ungkap Heru.
Setelah selesai mengerjakan ujian, peserta juga dapat melihat hasil atau skor yang langsung dipublikasikan. “Jika ingin mendapatkan bukti atau hasil skor, peserta bisa meminta kepada panitia agar bukti hasil ujian dicetak dengan di dampingi oleh aparat kepolisian,” ujarnya.
Selain itu, , panitia juga akan menyiapkan tenaga medis yang akan bertugas memantau langsung para peserta seandainya terjadi masalah kesehatan. Bahkan, untuk penyandang disabilitas diberikan pendampingan. “Kami juga berharap ada kerjasama dari peserta tes agar tidak membawa kendaraan pribadi. Meskipun panitia juga telah mengantisipasi dengan menyediakan area parkir disekitaran Kanreg II BKN, seperti parkir Giant, MC Donald dan Parkir Bus AKAS Waru, Sidoajo,” tutur mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan tersebut.
Sementara itu, Kepala Kanreg II BKN Tauchid Djatmiko menuturkan, tidak ada cela bagi joki untuk beraksi. Sebab, ada tahapan-tahapan yang harus dijalani peserta tes sebelum mengikuti CAT. Mulai dari registrasi oleh panitia seleksi yang akan menyocokkan identitas, foto, dan kartu ujian. Setelah registrasi, peserta tes harus memasukkan PIN. “Saat masuk ke ruang ujian, peserta akan diperiksa menggunakan metal detector. Peserta hanya boleh membawa kartu identitas dan kartu ujian. HP juga tidak boleh,” ungkap Djatmiko. Lebih lanjut, Djatmiko juga mengungkapkan, di ruang ujian terdapat monitor untuk mengtrol suasana selama tes dan monitor untuk live skor hasil tes. “Jadi tidak mungkin bisa ada joki,” ungkap dia.
Terkait unit komputer, di Kanreg II BKN disiapkan 200 unit komputer selama tiga hari pertama ini. Dalam sehari, tes dapat dilakukan hingga lima gelombang kecuali hari pertama yang hanya dilakukan untuk tiga gelombang. “Pada hari keempat ada tambahan menjadi 300 unit komputer. Jadi sehari bisa menampung 1.500 peserta tes. Kemudian mulai 28 Oktober mendatang, ada tambahan 1.400 unit komputer yang ditempatkan di Empire Hotel. Sehingga mampu menampung 7 ribu peserta tes sehari,” tandasnya.
Sementara itu, Kabid Perencanaan dan Pengadaan BKD Jatim Hasyim Asyari menambahkan, sanggahan yang diajukan pelamar CPNS tersebut disetujui karena memang telah memenuhi syarat. Hanya saja, saat proses pendaftaran sistem server sistem yang kerap down sehingga membuat proses unggah berkas tidak sempurna. “Jadi ada file yang corrupt saat diunggah sehingga tidak bisa terbaca. Itu kemudian kita minta untuk melengkapi,” ungkap Hasyim. [tam]

Tags: