Harga Anjlok, Pemkot Batu Bantu Petani Jualkan Hasil Panen Bawang Merah

Para petani terlihat membawa hasil panen bawang merah ke stand di Balaikota Among Tani Batu.

Kota Batu, Bhirawa
Banyaknya panen raya membuat harga jual bawang merah merosot tajam di Kota Batu. Akibatnya, banyak petani bawang di Kota ini mengeluh akibat kerugian yang harus ditanggungnya.
Anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Torong Makmur, Desa Torongrejo Kota Batu, Sutri mengatakan bahwa memasuki panen raya bawang merah petani tak bisa mendapatkan pendapatan maksimal. Pasalnya harga bawang merah saat ini turun hingga 3 kali lipat.
“Dari petani ke tengkulak harga jualmya hanya Rp 5000 per Kg. Dari harga normal Rp 15-20 ribu saat ini menyusut menjadi Rp 5000 ke tengkulak,” ujar Sutri, Kamis (19/9). Kondisi ini membuat 11 kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Torong Makmur, Desa Torongrejo mengeluhkan hal tersebut.
Mengatasi hal ini, Dinas Pertanian Kota Batu bergerak cepat dengan membuka stand penjualan bawang merah dari petani langsung ke konsumen. Stand bertempat di halaman Balai Kota Among Tani Batu digelar mulai 18-20 September. Adapun di stand di Balai Kota ini harga yang diberikan sebesar Rp 9000 per Kg.
Dikatakan Pendamping Petani Program Smart City Dinas Pertanian, Icuk Subiantoro jika stand yang dibuka untuk menampung keluhan petani Torongrejo ke Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) dan Tenaga Pendamping Petani (TPP) Smart City.
“Setidaknya dengan adanya stand ini petani bawang bisa terbantu. Karena memotong mata rantai tengkulak yang membeli bawang ke petani di bawah rata-rata,” ujar Icuk.(nas)

Tags: