Harap SK Kenaikan Pangkat Dorong Program Smartcity Kabupaten Lumajang

Bupati Lumajang Thoriqul Haq ketika bertindak sebagai inspektur upacara, yang dilanjutkan dengan menyerahkan SK Kenaikan Pangkat secara simbolis kepada perwakilan ASN di lingkungan Pemkab Lumajang.

Lumajang, Bhirawa
Kenaikan pangkat bagi Aparatur Sipil Negara(ASN) diharapkan bisa memacu produktifitas kinerja pelayan masyarakat yang ujungnya bisa mendorong pelaksanaan Program Smart City yang sedang dicanangkan oleh Bupati Lumajang.
“Kenaikan pangkat merupakan peningkatan tanggung jawab untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, ini adalah bagian dari peningkatan tanggung jawab. Diharapkan program smart city yang sedang dijalankan bisa terdorong mau pelksanaannya,,” ujar Bupati Lumajang,Thoriqul Haq ketika bertindak sebagai inspektur upacara khusus ( Apel Khusus),(13/5) penyerahan simbolis perwakilan ASN yang menerima SK Kenaikan Pangkat periode per tanggal 1 April 2019.
Dalam acara itu keseluruhan ada 598 Aparatur Sipil Negara ( ASN) menerima SK kenaikan pangkat dari Bupati..
Program Smart city sendiri adalah konsep kota cerdas yang dirancang tersebut diharapkan dapat membantu berbagai kegiatan masyarakat serta memberikan kemudahan mengakses informasi kepada masyarakat.
Informasi yang disampaikan terutama di bidang pelayanan kepada masyarakat serta tertib administrasi dibidang keuangan agar dapat berjalan dengan transparan dan baik.
Pada kesempatan itu Bupati juga menyampaikan bahwa untuk dapat merealisasikan program Smart City tersebut masih perlu dukungan sarana maupun prasarana, baik SDM maupun sarana pendukung lainnya, untuk itu Dia tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan diberbagai bidang pelayanan dan menyempurnakan kekurangan tersebut.
“Target utamanya, bagaimana tata kelola pemerintahan kita, pelayanan kita terukur berdasarkan sistem,” jelasnya.
Pada bagian akhir, Bupati menyampaikan, bahwa yang yang juga diharapkan dengan program smartcity, nantinya berfungsi untuk menekan terjadinya kebocoran anggaran maupun pendapatan.
Misalnya pada pungutan pajak, jika pembayarannya dilakukan dengan sistem, menurutnya mereka ( pemungut pajak) tidak ada lagi menerima atau membawa uang tunai secara langsung, sehingga penyelenggaraan pemerintahan akan semakin baik.(Dwi)

Tags: