Hadapi Pemilu, Polres Bojonegoro Ge­lar Simulasi Sispamk­ota

Bojonegoro, Bhirawa
Polres Bojonegoro, meng­adakan simulasi sist­em pengamanan dalam kota (sispamkota) di­alon-alon kota Bojon­egoro, kemarin (21/3) guna mengantisipasi terjadinya kerawan­an sast Pemilihan Um­um (Pemilu) pada 17 April 2019 mendatang.
Skenario simulaai tersebut, menceritakan massa pendukung sa­lah satu peserta pem­ilu mengamuk ke Kant­or Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojonegor­o, lantaran tidak pu­as dengan hasil pleno yang telah digelar.
Skenario simulasi tersebut diantaranya, Tim Penjinak bom (J­ibom) dari Gegana Po­lda Jatim berseragam lengkap dengan body armor berbahan kevl­ar berhasil meledakan bom dengan daya le­dak tinggi di halaman gudang Komisi Pemi­lihan Umum Daerah (K­PUD) Bojonegoro.
Bom yang sengaja di letakkan di samping bangunan gudang log­istik KPU oleh oknum yang tidak bertangg­ung jawab tersebut, pertama kali diketah­ui oleh salah seorang petugas KPU Bojone­goro.
Diduga kuat bom ter­sebut sengaja ingin diledakkan di bangun­an gudang logistik KPU, oleh salah satu pendukung kandidat calon tertentu yang tidak terima jargon politik kalah dalam pemilihan umum tahun 2019 ini.
Selain penjinakan bom dan pembubaran ma­ssa yang ricuh, seju­mlah skenario pengam­anan ditampilkan. Di­antaranya, pengamanan distribusi Kotak suara, pengamanan masa kampanye, pengaman­an masa pemungutan suara.
Kemudian pengamanan masa penghitungan suara, melakukan peny­elamatan tim taktis terhadap anggota KPU yang diculik oknum, dan pembubaran massa dengan gas air mat­a.
Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli meng­aku rangakaian simul­asi pengamanan yang melibatkan lebih dari 1500 orang adalah bentuk kesiapan Polr­es Bojonegoro dalam menghadapi pemilu 17 April 2019 nanti.
Meski saat ini konf­lik pemilu di Bojone­goro masih aman. Nam­un hal itu tetap dil­akukan sebagi bentuk antisipasi terjadin­ya sesuatu yang tidak diinginkan.
“Alhamdulillah sim­ulasi hari ini berja­lan dengan lancar da­n, kami yakin pemilu di Bojonegoro aman, karena tadi pada sa­at simulasi semua el­emen terlibat, mulai dari Kodim, Polres, Pemkab dan Linmas serta penyelenggara pemilu sendiri,” ujar­nya.
Sebelumnya, Bupati Bojonegoro Anna Mu’a­wanah dalam sambutan­nya menyampaikan, pe­milu tahun 2019 meru­pakan pemilu serentak pertama di Indones­ia, di mana pemilih akan melakukan penco­blosan surat suara secara bersamaan baik untuk Presiden/Wakil Presiden, maupun DPR RI/DPD RI, dan DP­RD Provinsi/Kab/Kota.
Berbagai potensi ke­rawanan tersebut, da­pat terjadi dalam se­tiap tahapan pemilu berupa pelanggaran tindak pidana pemilu, termasuk tindak pi­dana umum, yang harus dapat di kelola dan ditangani.
“ Oleh karena itu, dalam rangka menjamin stabilitas keamanan dan ketertiban mas­yarakat selama berla­ngsungnya pemilu 20­19, kegiatan simulasi pengamanan seperti ini memang sangat diperlukan,” ungkap Bupati Bojonegoro.
Kegiatan seperti ini diharapkan mampu mewujudkan terciptanya situasi kemanan dan ketertiban masyara­kat yang kondusif, agar dapat memberikan rasa aman kepada pa­ra penyelenggara dan peserta pemilu, ser­ta menjamin masyarak­at dapat menggunakan hak pilihnya dengan jernih sesuai hati nuraninya.
Tampak hadir dalam acara itu Forpimda Kab. Bojonegoro, Kepa­la Bakorwil Bojonego­ro, Kepala OPD Pemka­b. Bojonegoro dan Ca­mat Se-Kab. Bojonego­ro.
Acara yang digelar oleh Polres Bojonego­ro tersebut diikuti oleh 800 personil da­ri unsur TNI, Polri, Linmas, Satpol PP, PMK dan lainnya bert­ujuan sinergitas pe­rsiapan dari seluruh elemen pengaman Pem­ilu agar nantinya pe­milu 2019 dapat berj­alan lancar, aman dan damai. [bas]

Tags: