Guru Bahasa Daerah Harus Pelopori Pendidikan Karakter

Sofyan Edi Jarwoko

Malang, Bhirawa
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, meminta kepada guru bahasa daerah bisa menjadi pelopor pendidikan karakter bagi para siswanya. Pernyataan tersebut disampaikan Sofyan Edi saat membuka bimtek bagi guru bahasa daerah di aula Dinas Pendidikan Kota Malang Selasa (19/3) kemarin.
Menurut Sofyan Edi, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendidik karakter dan budi pekerti bagi peserta didik. Salah satunya adalah mengajak siswa belajar antre saat berada di tempat umum.
“Pada saat tertentu para siswa ini harus diajak ditempat umum, menyaksikan bagaimana orang antri tiket. Ini pasti akan mengena dan teringat sampai mereka kelak dewasa nanti,” tutur Sofyan Edi. Selain itu, menamkan karakter dan budaya asli daerah atau budaya Malangan, akan menciptakan rasa kesetian kepada budaya dan bangsa Indonesia. Karena itu, pihaknya mengajak kepada para guru untuk inovatif dan kreatif, dalam menyampaikan pembelajaran kepada para siswa. Tentunya kata Edi tidak melakukan pembelajaran yang monoton dan berakibat pada kejenuhan siswa. Kalau perlu para siswa diajak untuk belajar ngevlog, disetiap kegiatan yang bersifat positif, misalnya saat berada di taman atau pada fasilitas umum. Ini nilainya sangat bagus, dan pasti akan meningkatkan kreatifitas siswa.
“Saya kira ini harus dilakukan apalagi teknologi sudah semakin maju. Semua anak sudah memabawa android, kalau bisa dioptimalkan nilai manfaatnya sangat tinggi,” tukas Sofyan Edi. Lebih lanjut, Sofyan Edy Jarwoko menyampaikann dengan membuat vlog sederhana baik berbahasa daerah maupun berbahasa Indonesia diyakini dapat mengimbangi bahkan mengubur pemberitaan pemberitaan negatif yang ada di kalangan Dinas Pendidikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM menuturkan bahwasannya kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini diikuti oleh 275 pendidik jenjang SD baik SD Negeri maupun SD Swasta se Kota Malang, dengan metode In On In. Pada in pertama dilaksanakan pada hari ini, dilanjutkan dengan pelaksanaan On praktek di satuan pendidikan masing – masing. Ditutup dengan In yang akan dilaksanakan beberapa waktu ke depan yang diisi dengan pemaparan hasil On peserta bimtek.
“Kami mohon bimbingan sekaligus saran Bapak Wakil Walikota Malang untuk memberikan ijin pada insan pendidikan melaksanakan program ” Sehari Berbahasa Daerah dan Memakai Busana Daerah ” di lingkungan sekolah. Ini tidak terlepas dari fenomena bahwasannya generasi penerus bangsa dan khususnya peserta didik mulai melupakan akar budaya bangsa Indonesia akibat dari globalisasi serta kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini. Lebih lanjut, Zubaidah, menambahkan kegiatan sebagai upaya melestarikan bahasa Jawa melalui kurikulum muatan lokal, juga menumbuh kembangkan rasa percaya diri tehadap budaya nasional sejak dini. [mut]

Tags: