Gudang Kayu dan Kandang Sapi Terbakar di Kabupaten Nganjuk

Kebakaran hebat Gudang bekas penggergajian kayu milik H.Purnanto di Desa Kedungrejo Kecamatan Tanjunganom,Kabupaten Nganjuk.(ristika/bhirawa)

Nganjuk, Bhirawa
Dua kebarakan dalam sehari, terjadi di wilayah Kabupaten Nganjuk, pagi sekitar pukul 03.00 wib gudang bekas penggergajian kayu milik H. Purwanto di Desa Kedungrejo Kecamatan Tanjunganom, terbakar. Kemudian Kandang sapi milik Wardi juru kunci Dusun Ngrandu Desa Putren, Kecamatan Sukomoro juga terbakar sekitar pukul 09.00 wib
Penyebab kebakaran gudang diduga terjadi karena putung rokok. Pada saat itu Suharto wrag sekitar lokasi kebakaran saat keluar rumah dan dikagetkan dengan api yang membesar di gudang bekas penggergajian kayu milik Purwanto. Sunarto dan beberapa warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut berusaha memadamkan api yang sudah merambat ke teras rumah warga. Dan salah satu warga langsung menghubungi Pos Pantau Damkar Tanjunganom.
Petugas Damkar Tanjunganom yang mendapatkan laporan tersebut, langsung menuju TKP dengan personil Fahrul, Joko, Sukirno, Budi dan dibantu personil dari pos pantau saudara Dedi, Samuji dan Andik didukung dengan unit Damkar 03 (3 tangki air). Pukul 05.20 wib api berhasil dipadamkan. Dari kejadian kebakaran tersebut, tidak ada koban, namun mengakibatkan kerugian materiel kurang lebih sebesar 25 juta.
Kemudian kandang sapi milik Wardi juru kunci Dusun Ngrandu Desa Putren, Kecamatan Sukomoro terbakar Kamis (25/10) sekitar pukul 09.00 wib. Meski tidak ada korban jiwa, musibah tersebut mengakibatkan kerugian jutaan rupiah.
Diduga api berasal dari sisa pembakaran sampah (diang) yang dibuat sengaja untuk mengusir nyamuk. Beruntung kebakaran diketahui oleh tetangganya dan diteruskan lapor ke Kepala Desa Putren, Nidi Basuki.
Menurut Nidi Basuki, dirinya mendapat laporan bahwa ada kandang sapi yang terbakar.
“Saya segera menghubungi pemadam kebakaran Nganjuk, tidak selang waktu lama mobil datang. Dengan cepat api dipadamkan dan Alhamdulillah beberapa ternak sapi diselamatkan.” ujar Nidi Basuki
Sebagai Kades Putren, Nidi Basuki menyarankan agar selalu berhati-hati dalam pembuatan diang, dikarenakan ini masih musim kemarau dan anginnya cukup kencang.
“Yang saya harap ini, saling bergotong-royong apabila ada salah satu warga yang butuh pertolongan.” tandas Nidi.(ris)

Tags: