Gubernur Tandatangani Porprov Dua Tahun Sekali

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat membawa api Porprov Jatim tahun 2019 di Gedung Negara Grahadi Surabaya. [Trie Diana]

Pemprov, Bhirawa
Tiga atlet renang dari tiga daerah mengantarkan kirab api menuju Gedung Negara Grahadi, Kamis (4/7) malam. Api Porprov ke-6 tersebut selanjutnya diterima Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk disemayamkan di halaman Gedung Grahadi semalam sebelum dikirab kembali menuju Kabupaten Lamongan pagi ini, Jumat (5/7).
Ketiga atlet tersebut ialah Adinda Larasati Dewi Kirana atlet renang dari Surabaya didampingi Mutiara Resinta asal Tulungagung dan Ulul Azminia Prinidita asal Gresik. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menuturkan, pihaknya telah menandatangani keputusan terkait pelaksanaan Porprov yang akan dilaksanakan dalam periode dua tahun sekali.
Sehingga, pada 2021 mendatang, Porprov akan dilaksanakan di Jember, Lumajang dan Bondowoso. “Kita berharap seluruh atlet di Jatim akan semakin terpacu prestasinya dan mampu menciptakan rekor-rekor baru di Porprov mendatang,” tutur Gubernur Khofifah.
Gubernur Khofifah menjelaskan, awalnya pelaksanaan Porprov ini telah dilaksanakan dalam periode dua tahun sekali. Namun, pada tahun ini dilaksanakan empat tahun. Sehingga ketua-ketua KONI daerah dan bupati mengusulkan untuk dikembalikan lagi menjadi dua tahun.
“Kalau misalnya tuan rumah dibuat empat tahun sekali, kita bisa menghitung giliran semarak olahraga di masing-masing daerah ketemunya berapa puluh tahun. Itu masih terkait waktu,” tutur dia.
Yang lebih penting, lanjut Gubernur Khofifah adalah upaya mendorong prestasi yang bisa membentuk karakter sportivitas dan mental juara. Karakter tersebut harus dibentuk. Mereka harus disiapkan untuk menjadi atlet yang punya mental juara dan siap maju di medan laga tidak hanya regional, tapi juga nasional, ASEAN maupun dunia.
“Semakin merema sering berlaga, maka dia semakin tahu bagaimana meningkatkan dan mencetak rekor di masing-masing medan laga,” ungkap Khofifah.
Selain prestasi, lanjut Khofifah, seluruh atlet yang mengikuti puslatda seratus persen terbebas narkoba. Ini menjadi refrensi penting bagi pemerintah untuk membangun ketahanan pribadi masing-masing warg Jatim. Sehingga jika salah satu pintu untuk mencegah penyalahgunaan narkoba adalah olahraga, maka ini akan menjadi bagian dari yang bisa mencegah kemungkinan meluasnya korban penyalahgunaan narkoba yang saat ini nomor satu adalah Jatim.
Sementara itu, Ketua KONI Jatim Erlangga Satriagung mengungkapkan rasa trimakasih atas atensi yang diberikan Gubernur Jatim Khofidah. Menurutnya, atensi gubernur sangatlah besar sampai-sampai menciptakan jingle untuk Porprov ke VI ini.
Terkait kirab api ini, Erlangga menjelaskan perjalanan dimulai sejak 1 Juli di Kayangan Api, Bojonegoro. Prosesi pengambilan api porprov itu selanjutnya diserahkan ke Bupati Bojonegoro di Kayangan Api dan kemudian dikirab ke seluruh wilayah kabupaten Bojonegoro. “Antusiasme masyarakat sangat tinggi dalam menyambut kirab api di Bojonegoro ini,” tutur Erlangga.
Sampai pada 4 Juli kemarin, api dikirab dari Pendopo Gresik menuju Gelora Joko Samudro dan selanjutnya dikirab di Grahadi. “Setelah diinapkan satu malam, besok pagi (hari ini) api dilepas dari Grahadi ke Lamongan,” pungkas Erlangga. [tam]

Tags: