Gubernur Prihatin Kebakaran Hutan

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi, Wagub Emil Elestianto Dardak dan Sekdaprov Heru Tjahjono bernyanyi bersama Katon Bagaskara pada acara puncak Peringatan HUT ke-74 Provinsi Jatim di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Minggu (13/10).

Di Tengah Pesta Rakyat Peringatan HUT Provinsi Jatim
Pemprov, Bhirawa
Puncak peringatan HUT ke-74 Provinsi Jatim digelar penuh kemeriahan dengan menggelar pesta rakyat yang berisi kuliner gratis dan konser musik. Namun, di tengah kemeriahan pesta itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa masih sempat mengungkapkan keprihatinannya terkait kebakaran hutan di Gunung Arjuno-Welirang.
Di hadapan ribuan masyarakat Jatim yang hadir, Khofifah menegaskan upaya Pemprov Jatim terhadap penanganan kebakaran hutan yang sedang terjadi. Salah satunya ialah dengan menggunakan water booming menggunakan helikopter. “Ini adalah upaya kami untuk mengatasi kebakaran hutan saat ini di Gunung Arjuno menggunakan water booming,” tutur Khofifah kepada masyarakat yang hadir di Pesta Rakyat di Jalan Gubernur Suryo, Minggu (13/10) malam.
Usai memberi sambutan, Gubernur Khofifah kembali mengajak masyarakat untuk berbahagia dengan berbagai hiburan yang disajikan. Di antaranya ialah penampilan group band Godbless, Kla Project dan artis Eva Celia.
Selain itu, masyarakat diajak menikmati makanan – makanan gratis yang disediakan di stand stand sekitar panggung. Hal utama yang membedakan dari pagelaran pesta rakyat kali ini adalah adanya video mapping. “Video mapping menampilkan perjalanan Grahadi sebagai gedung negara dari tahun ke tahun,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Ditampilkannya video mapping Gedung Negara Grahadi, sebut Gubernur Khofifah, untuk menunjukkan komitmen Pemprov Jatim dalam memberikan percepatan layanan publik secara digitalisasi dan informasi kepada masyarakat. Selain itu, juga menyampaikan kepada masyarakat seperti apa bentuk dari teknologi 4.0.
“Video mapping juga sebagai bentuk agar masyarakat tidak gagap teknologi di era digitalisasi saat ini,” lanjutnya.
Pesta rakyat yang diselenggarakan di depan Gedung Negara Grahadi, lanjut Gubernur Khofifah, juga sebagai bentuk bahwa gedung bersejarah tersebut untuk rakyat. Di gedung tersebut, bisa dilihat berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Bagi pemerintah, Pesta Rakyat menjadi ajang melihat secara dekat kegembiraan masyarakat akan hiburan yang ditampilkan.
“Indikator kenyamanan dan keamanan dilihat dari senyum masyarakat. Jadi dengan adanya senyum di masyarakat, menjadi bukti bahwa Jatim aman dan nyaman,” lanjutnya.
Sementara itu, orang nomor satu di Jatim itu juga berharap kedepan, semua desa di Jatim sudah bebas dari ketertinggalan. Setidaknya masih ada 360 desa pada posisi itu. Pihaknya mengajak semua perguruan tinggi, baik dari Jatim maupun dari provinsi lain untuk ikut serta berbagai rekomendasi agar Jatim terbebas dari desa tertinggal.
“Konektifitas menjadi bagian penting, oleh sebab itu dengan adanya konektifitas teknologi di desa-desa informasi yang bertujuan untuk membangun desa bisa segera tersampaikan,” tambahnya. [tam]

Rate this article!
Tags: