Gubernur Khofifah Ingin Dewan Pendidikan Jatim Pelototi Tistas

Gubernur Jatim Khofifah menerima pengurus DP Jatim di Gedung Negara Grahadi kemarin, Rabu (11/9).

Madrasah Aliyah Diusulkan Dapat Bantuan Rp70 Ribu
Pemprov, Bhirawa
Program unggulan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berupa pendidikan gratis berkualitas (Tistas) baru memasuki tahun pertama pelaksanaan. Karena itu, pihaknya berharap pelaksanaan Tistas akan berjalan dengan baik.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur Khofifah usai bertemu dengan Dewan Pendidikan (DP) Jatim yang diketuai Prof Akhmad Muzakki di Gedung Negara Grahadi, Rabu (11/9). Menurut Khofifah, Pemprov Jatim membutuhkan banyak penguatan untuk bisa memastikan Tistas berjalan dengan baik. “Ini agar bisa memastikan manajemen BPOPP (Bantuan Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan) yang baru tahun ini berjalan,” tutur Khofifah.
Selain Tistas, pihaknya juga berharap agar DP Jatim memberikan perhatian terhadap mekanisme BLUD SMK dan kebutuhan pendidikan vokasi yang bisa disuport dari SMK yang ada. Misalnya di Magetan ada kebutuhan terhadap SMK kulit, di Kediri ada kebutuhan berupa SMK Penerbangan, dan di Pamekasan membutuhkan penguatan SMK Garam. Di sisi lain, Pemprov Jatim telah memiliki sekolah unggulan yang bekerjasama dengan TNI AD, AL dan AU, Polri.
“Sehingga kami berharap agar DP Jatim berperan penting untuk bisa membantu penataan yang lebih komperehensif apakah kaitannya dengan kualitas, apakah dengan kuantitas,” ungkap Khofifah.
Sementara itu, Ketua DP Jatim Prof Akhmad Muzakki mengungkapkan, gubernur memiliki perhatian yang tinggi terhadap rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terendah se Jawa dan peringkat 15 di Indonesia. Karena itu, sebagai lembaga yang empat fungsi, controlling, advisory, supporting dan immediate DP Jatim akan berupaya mengedepankan fungsi supporting. “Karena selama proses alih kewenangan ini membutuhkan manajemen baru,” ungkap dia.
Selain itu, pihaknya juga memberi garis bawah terhadap niat baik Gubernur Jatim untuk memberikan bantuan bagi madrasah aliyah (MA) swasta di Jatim. Bahwa tahun depan Pemprov Jatim akan memberikan subsidi operasional MA swasta. “Kalau negeri kewenangannya Kemenag. Tapi swasta karena warga Jatim, maka menjadi perhatian gubernur. Ini pemetaannya harus klir dari awal. Karena sejak awal ini tidak MA swasta ini tidak tersentuh,” ungkap Muzakki.
Subsidi tersebut hampir sama dengan BPOPP. Namun, kata Muzakki, angkanya tidak mengacu sebagaimana SE Gubernur yang mengatur besaran SPP SMA/SMK di Jatim. Tetapi subsidi ini diberikan dengan besaran nilai Rp 75 ribu sesuai kebijakan gubernur untuk Jatim Cerdas. “Mulai tahun depan ini akan berjalan,” tutur dia.
Muzakki menuturkan, pihaknya akan membantu pemerintah untuk mendesain implementasi dan manajerial pendidikan. misalnya tentang Tistas. Dia mengaku program ini menyenangkan, tapi bagi sebagian sekolah swasta membuat sakit gigi. Karena ketika mengambil Tistas maka ada hal-hal yang terikat untuk tidak dilakukan. “Contohnya di BPOPP itu tidak boleh digunakan untuk kegiatan outdor wisata. Tapi ketika ini kemudian digeser outdor pembentukan karakter itu bagaimana? Nah, pendampingan teknis keuangan sangat dibutuhkan,” pungkas dia. [tam]

Tags: