Gubernur Khofifah Dorong TMMD Jadi Ajang Pencegahan Narkoba

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Wisnoe PB dan Bupati Banyuwangi Azwar Anas dalam pembukaan TMMD ke 105 di Banyuwangi.

Pemprov, Bhirawa
Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) diharapkan tidak sebatas dioptimalkan untuk membangun sarana-prasarana yang bersifat fisik. Sebab, pembangunan non fisik dinilai juga penting. Salah satunya upaya pencegahan narkoba.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat pembukaan TMMD ke 105 di Banyuwangi, Kamis (11/7). Pembukaan TMMD di Kabupaten Banyuwangi ini membuka rangkaian TMMD di empat kabupaten lain yaitu di Sampang, Trenggalek, Blitar serta Bojonegoro.
Gubernur Khofifah mengatakan, TMMD menjadi bagian penting untuk bisa dijadikan referensi bersama terkait bersatunya TNI dengan rakyat dalam membangun daerah. Karena itu, pihaknya berharap bahwa TMMD bukan hanya soal pembangunan fisik melainkan juga non fisik. Seperti memberikan penyuluhan tentang pertanian, bela negara tentang keluarga berencana dan banyak lagi.
Namun Khofifah meminta agar dalam TMMD juga dijadikan ajang untuk memberikan penyeluhan untuk menghindari narkoba. Ini lantaran Jatim kini masih menduduki peringkat tertinggi di Indonesia untuk jumlah korban penyalahgunaan narkoba.
“Pembangunan non fisik kami berharap nggak hanya bela negara. Tapi Jatim hari ini no 1 untuk korban penyalahugunaan narkoba. Maka bersama TMMD kami mohon agar dimaksimalkan penyuluhan bukan hanya terkait sosial tapi juga memaksimalkan penyuluhan anti narkoba,” tutur Khofifah.
Lebih lanjut Khofifah menuturkan, adanya proyek fisik pembangunan dan pelebaran jalan akan mendatangkan multiplayer effect. Misalnya di Banyuwangi ini kaya akan hasil buah naga. Jika semula jalan penghubung antar desa Setail Kecamatan Genteng dengan desa Dasri Kecamatan Tegalsari hanya bisa dilewati kendaraan kecil, maka dengan adanya pelebaran jalan maka masyarakat bisa mengirim produk hasil pertanian dengan menggunakan truk dan kendaraan roda empat.
“Kami berharap TMMD bisa mempercepat pencapaian target menurunkan keminskinan, menempatkan desa sebagai subjek dan pembangunan dam desa bisa secara mandiri merencanaan pembangunannya,” ucapnya.
Sementara itu Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Wisnoe PB mengatakan pemilihan 5 kabupaten yang menjadi sasaran TMMD bukan ada karena ada prioritas. Melainkan semua dalam sistem bergilir. “Ini bergilir. Semua akan kita datangi dalam TMMD. Tahun ini ada lima kabupaten. Titiknya mana saja kita koordinasi dengan Pemkab. Banyak yang kita laksanakan, bangun badan jalan, jembatan, musolah, MCK, dan bedan rumah,” kata Mayjend TNI Wisnoe PB.
Dalam kegiatan TMMD di Kabupaten Banyuwangi ini, para anggota TNI bekerjasama dengan warga masyarakat melakukan kegiatan pembangunan fisik dan non fisik. Untuk pembangunan fisik, TMMD ke 105 melakukan sejumlah kegiatan. Pertama membangunkan jalan penghubung antara Kecamatan Genteng dengan Kecamatan Tegalsari. Jalan sepanjang 1.120 meter dan lebar 5 meter dibangun TNI dalam rangka TMMD kali ini. Jalan yang mulanya hanya bisa dilewati maksimal roda tiga kini bakal dilebarkan untuk bisa dilintasi kendaraan roda empat.
Tidak hanya itu, pembangunan fisik juga dilajukan dengan renovasi dan pelebaran dua titik jembatan dengan panjang 6 meter dan 5 meter daj tinggi 5 meter. Para TNI juga membangunkan badan jalan dan plateker. Sebanyak 20 unit rumah tidak layak huni juga menjadi sasaran pelaksaaan TMMD ke 105 di Kabupaten Banyuwanyi. Musholah dan MCK serta membangun Pos Ronda juga menjadi hal yang tak lupa dilakukan TNI dalam TMMD kali ini. [tam,bas]

Tags: