Gubernur Khofifah Berhentikan Anggota DPRD Tulungagung

H Makin

Tulungagung, Bhirawa
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi memberhentikan anggota DPRD Tulungagung, H Makin. Pemberhentian politisi asal Partai Bulan Bintang (PBB) ini karena ia meninggal dunia pada awal September lalu.
Sekretaris DPRD Tulungagung, Budi Fatahillah Mansyur, Senin (4/11), mengungkapkan surat keputusan Gubernur Jatim tentang peresmian pemberhentian H Makin sebagai anggota DPRD Tulungagung sudah diterima DPRD Tulungagung. “Kami menerima dari Bagian Administrasi Pemerintahan Setda Kabupaten Tulungagung pada akhir pekan kemarin,” ujarnya.
Selain surat keputusan pemberhentian H Makin, menurut Budi Fatahillah, DPRD Tulungagung sekaligus juga menerima surat keputusan Gubernur Jatim tentang peresmian pengangkatan pengganti antarwaktu (PAW) anggota DPRD Tulungagung. “Sebagai pengganti H Makin adalah Riska Wahyu Nurfitasari,” bebernya.
Surat keputusan Gubernur Jatim tentang peresmian pemberhentian H Makin sebagai anggota DPRD Tulungagung tersebut bernomor 171.407/1514/011.2/2019. Sedang surat keputusan Gubernur Jatim tentang peresmian pengangkatan PAW, Riska Wahyu Nurfitasari sebagai anggota DPRD Tulungagung bernomor 171.407/1515/011.2/2019.
Seperti diketahui, H Makin, meninggal dunia pada Rabu (4/9) lalu. Ia meninggal dunia setelah mendapat perawatan selama tiga hari di RSUD dr Iskak Tulungagung.
Sedang Riska Wahyu Nurfitasari adalah caleg PBB di daerah pemilihan (dapil) 5 Tulungagung yang jumlah suaranya berada di bawah H Makin, yakni sebanyak 928 suara. Sementara H Makin memperoleh 7.204 suara.
Terkait pelaksanaan pelantikan Riska Wahyu Nurfitasari sebagai anggota DPRD Tulungagung, Budi Fatahillah menyatakan akan melakukan koordinasi terlebih dulu dengan pimpinan DPRD Tulungagung. Ia berharap pelaksanaan pelantikan tersebut dapat berlangsung secepatnya.
“Kami segera melakukan koordinasi dengan pimpinan dewan. Harapannya secepatnya bisa dilakukan pelantikan,” tuturnya.
Hal yang sama dikatakan Ketua DPRD Tulungagung, Marsono. Menurut dia, pelantikan Riska Wahyu Nurfitasari sebagai anggota dewan akan dilakukan secepatnya. “Ini agar tidak menganggu pelayanan publik, walaupun satu orang,” katanya.
Namun demikian, diakui Marsono untuk saat ini DPRD Tulungagung sedang fokus dalam pembahasan RAPBD 2020. Targetnya, RAPBD 2020 tersebut sudah harus ditetapkan menjadi APBD 2020 dalam sidang paripurna paling lambat pada minggu ketiga bulan November ini.(wed)

Tags: