Gubernur Jatim Programkan Bantuan Non Tunai bagi Disabilitas

Kepala Bakorwil V Jember R.Tjahjo Widodo saat membuka rakor singkronisasi dan fasilitasi upaya peningkatan penanganan penyandang disabilitas dalam upaya mendukung meningkatkan kesejahteraan sosial di wilayah Bakorwil Jember, Rabu (25/9).

Jember, Bhirawa
Pemprov Jawa Timur akan berikan insentif kepada para penyandang disabilitas. Bantuan sosial non tunai ini merupakan bentuk keseriusan Gubernur Jawa Timur dalam meningkatkan kesejahteraan sosial bagi para disabiltas yang tertuang dalam program kerjanya (Nawa Bhakti Satya) Jatim Sejahtera.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur melalui Kasi Pelayanan dan Rehabilitasi Disabilitas Desi Eka Rakhmawati mengatakan, program bantuan non tunai ini dalam taraf pembahasan. Dimungkinkan tahun 2020 program bantuan non tunai bisa terealisasikan.
” Kita sudah melalui beberapa tahapan-tahapan untuk menuju bantuan non tunai. Termasuk pematangan data-datanya, kemudian kita siapkan komponen komponen sesuaikan anggaran,” ujar Desi saat rakor singkronisasi dan fasilitasi upaya peningkatan penanganan penyandang disabilitas dalam upaya mendukung meningkatkan kesejahteraan sosial di wilayah Bakorwil Jember, Rabu (25/9).
Menurut Desi, mereka (penyandang disabilitas) yang rencananya akan mendapatkan bantuan sosial non tunai mulai anak usia 6 bulan sampai usia 60 tahun. Selain itu, mereka secara ekonomi tidak mampu maupun tidak mampu secara mobile.” Kita khan replik dari program Kementrian Sosial dan Pemrov DKI Jakarta. Nanti kita padukan, yang penting tidak mampu secara ekonomi maupun secara mobile,” ungkapnya.
Desi mentargetkan, tahapan-tahapan yang akan dilakukan bisa rampung pertengahan tahun depan. ” Nanti kita usulkan ke Pemprov Jawa Timur sebagai perencana program, teknisnya nanti kita dibantu oleh OPD-OPD yang di daerah,” tandasnya pula.
Rencana bantuan non tunai dari Pemrov Jawa Timur bagi penyandang disabilitas, disambut oleh Dinas Sosial Kab. Bondowoso. Menurut Ridwan kasi Pelayanan dan Rehabilitasi Disabilitas Kab.Bondowoso, bantuan non tunai yang rencananya akan dilakukan lebih Pemrov Jawa Timur bisa berkolaborasi dengan daerah.” Nanti kita gerakkan masyarakat untuk melakukan pendataan. Sehingga saudara-saudara kita penyandang disabilitas bisa tercover program tersebut secara keseluruhan,” kata Ridwan kemarin.
Diakui oleh Ridawan, bantuan non tunai tahun sebelumnya sudah berjalan. Dari 100 lebih penyandang disabilitas berat di kota Bondowoso, hanya 26 disabilitas berat yang menerima bantuan non tunai dari Kemensos.” Hingga saat ini belum ada penambahan hanya tambal sulam saja. Dengan adanya rencana bantuan bagi disabilitas oleh Guberbur, kami berharap seluruh disabilitas berat, dapat terdata secara keseluruhan,”harapnya.
Sementara, Kepala Bakorwil V Jember R Tjahjo Widodo berharap dengan adanya rakor ini diharapkan ada sebuah rekomendasi yang nantinya akan disampaikan kepada Gubernur sebelum program bantuan non tunai bagi penyandang disabilitas dilaksanakan.” Semua OPD dan PKK kita libatkan dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Utamanya varivali data base penyandang disabilitas di daerah masing,” tandasnya.
Selain itu, Tjahjo berharap kepada seluruh Kabupaten/Kota yang ada diwilayah Bakorwil V Jember untuk menyedikan fasilitas dasar bagi penyandang disabilitas.” Utamanya di kantor-kantor pemerintahan seperti fasilitas akses, dan ruangan serta tempat duduk bagi disabilitas. Membekali keterampilan bagi disabilitas sesuai minat dan bakat agar mandiri, dan kemudahan akses lalinnya. Dan saya sangat bersyukur jika daerah sudah memiliki Perda perlindungan dan pemenuhan hak-hak bagi disabilitas, tinggal Perda yang sudah ada itu apakah sudah dilaksanakan secara optimal atau tidak,” pungkasnya kemarin.(efi)

Tags: