Gubernur Jatim Ingatkan Warga Kota Probolinggo Ancaman DB

Gubernur Soekarwo pada sertijab walikota habib Hadi ingatkan tentang DBD

Pemkot Probolinggo, Bhirawa
Usai serah terima jabatan Walikota dan Wakil Walikota lama, Hj Rukmini Buchori dan H. Suhadak, ke Walikota dan Wakil Walikota Probolinggo yang baru, Habib Hadi Zainal Abidin dan MS Subri, Soekarwo, Gubernur Jawa Timur, Rabu (6/2) mengingatkan sekaligus mengimbau masyarakat dan Pemkot probolinggo untuk mengantisipasi penyeberan penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue).
Di kota Probolinggo, a sudah ada 20 penderita DB (Demam Berdarah) dalam sebulan ini.
Pak Dhe Karwo menegaskan, di musim penghujan, biasanya perkembangan jentik nyamuk Aedes Agypti berkembang, nyamuk yang bisa membawa virus DBD, Zika dan Chikugunya. Untuk bisa diminimalisir, seperti dengan gerakan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) di rumah dan lingkungan tempat tinggalnya sendiri-sendiri.
Gerakan ini, bisa menimalisir penderita DBD dan perkembangan jentik – jentik nyamuk Aedes Agypti, yang rentan di musim penghujan, dan meningkatnya penyakit DBD siklus 3 tahunan, katanya.
Kenapa Provinsi Jawa Timur tidak menyatakan KLB (Kejadian Luar Biasa) Demam Berdarah, meski korban meninggal dunia semakin meningkat disejumlah Kota dan Kabupaten di Jawa Timur. Karena pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan dari segi pengobatan, pengasapan atau Fooging, dan bantuan apapun yang dibutuhkan daerah yang KLB, jadi Provinsi Jawa Timur tidak menyatakan KLB, tuturnya.
Selain itu kita suport dan beri bantuan apapun dari segi kesehatan, obat – obatan, gelar Fooging kita bantu, dan biaya pengobatan juga diberi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, jadi Provinsi Jatim tidak menyebutnya KLB” tegasnya.
Kita berharap campur tangan masyarakat di daerah-daerah, untuk menekan angka penderita dan korban meninggal akibat Demam Berdarah, dengan menjaga kebersihan dengan program 3M digalakkan di lingkungannya masing – masing, ujarnya.
Dikatakannya 20 orang warga Kota Probolinggo, terserang demam berdarah dengue (DBD). Dibandingkan dengan tahun 2018, penderita di awal tahun 2019 ini tergolong tinggi. Pihak pemerintah daerah pun, meminta warga aktif dalam melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan setempat, Januari 2019, ada 20 penderita DBD. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dari data bulanan Dinas Kesehatan Kota Probolinggo tahun 2013 – 2019, jumlah penderita DBD naik turun. Pada tahun 2017 jumlah penderita DBD sebanyak 117. Tahun 2018 penderitanya sebanyak 37 orang, ungkapnya.
Sementara itu dari 20 penderita yang positif DBD pada tahun 2019, kebanyakan menyerang anak – anak. Guna menanggulangi penyebaran DBD, Dinkes menginstruksikan pada warga Kota Probolinggo untuk menggalakkan PSN atau pemberantasan sarang nyamuk.
Dalam kasus ini, fogging bukan merupakan jalan keluar utama. Yang lebih efektif adalah PSN. PSN menjadi jalan keluar paling efektif lantaran bisa membunuh nyamuk demam berdarah sampai ke jentiknya. Atau dengan kata lain, menghambat perkembangbiakan nyamuk tersebut. Sementara itu, keadaan 20 penderita demam berdarah dengue di Kota Probolinggo sudah berangsur membaik. Mayoritas pasien sudah pulang. Dalam kasus ini, tidak ada pasien yang sampai meninggal, tambahnya.(Wap).

Tags: