Golden Tulip Legacy Kenalkan Masakan ala Thailand dan Cina

Chef Rahmat saat memperkenalkan Steamboat, perpaduan masakan ala Thailand dan Cina.

Surabaya, Bhirawa
Untuk memanjakan para tamu ketika di resto Grand Ocean, Golden Tulip Legacy Surabaya telah memperkenalkan perpaduan masakan ala Thailand dan Cina berupa Steamboat hasil olahan Executive Chef Rahmat.
Marketing Communicationm Golden Tulip Legacy Surabaya, Maya mengungkapkan dengan mengusung tema Chinese Culinary pihaknya ingin memanjakan para tamu yang ingin merasakan masakan perpaduan dua negara tersebut.
“Kami ingin memperkenalkan steamboat kepada tamu untuk merasakan perpaduan rasa masakan ala Thailand dan Cina tersebut dan Steamboat tersedia sebagai menu dinner setiap Rabu. Tamu bisa menikmati bersama keluarga, sahabat atau teman-teman kerja,” terangnya, Selasa (9/7).
Menurut Chef Rahmat, Steamboat menggunakan bermacam sayuran, mie dan daging sebagai bahan olahan yang direbus menjadi satu dengan bumbu spesial. “Untuk sayuran ada jamur seperti caisim, jamur shimeji, straw mushroom, juga brokoli, sawi daging, selada wangi, pocay dan sawi putih,” ujarnya.
Chef Rahmat menambahkan untuk bahan dari daging, ada wanton ayam dan udang, daging paha ayam, daging sapi tenderloin. Sedangkan bahan dari seafood seperti daging ikan dori, crab stick, udang, cumi-cumi dan tofu Jepang. Selain itu ada aneka jenis bakso yaitu bakso cumi, bakso ikan, bakso sapi dan bakso udang.
Untuk bumbu, steamboat menggunakan bumbu pelengkap saos taupan, saos XO, saos Malaysia dan bawang putih cincang. Saos XO terbuat dari teri, ebi, bawang putih, cabe keriting dan gula. Semua bahan dan bumbu dimasak menjadi satu. “Tamu bisa memilih untuk menyantap steamboat dengan kuah ayam atau tom yam. Tinggal pilih sesuai selera,” ujarnya.
Selain Steamboat Chef Rachmat juga menyajikan Ayam Herbal yang gurih dan renyah. Menurutnya untuk membuat menu ini mudah saja, bumbunya bawang putih goreng, bawang merah, cabe kering, saos taupan, chicken powder, chili oil dan chili powder.
Lalu ayamnya bisa disajikan dengan tulang atau tanpa tulang, digoreng dengan tepung maizena. “Ayam tanpa tulang lebih disukai tamu. Jadi banyak dipesan, karena praktis dimakan dan bumbunya lebih meresap sehingga rasanya lebih enak. Yang terpenting minyaknya jangan terlalu banyak supaya ayamnya herbalnya tidak terlalu berminyak,” kata Chef Rachmat.
Selain itu menu Ayam Herbal cocok disantap dengan nasi goreng nanas yang segar dan gurih. “Rasa segar didapat dari potongan-potongan nanas sebesar dadu, juga ada campuran sayuran berupa irisan buncis jadi komplit,” pungkasnya. [riq]

Tags: