Gogol Sudjarwo: Gelaran Semipro Ke-XI Tahun 2019 Angkat 166 PKL

166 PKL mampu meraup keuntungan hampir Rp. 2 milyar dalam sepekan.

(Perputaran Ekonomi Mencapai Hampir Rp 2 Miliar)

Kota Probolinggo, Bhirawa
Gelaran Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) ke XI tahun 2019 resmi ditutup, Sabtu 7/9 malam oleh Wali Kota Hadi Zainal Abidin. Berbagai aspek pun ikut berdampak dari event yang dilaksanakan mulai 31 Agustus lalu itu, salah satunya aspek ekonomi.
Ketua Semipro XI Gogol Sudjarwo, Sabtu 7/9 menegaskan, khusus di area Stadion Bayuangga, perputaran ekonomi mencapai hampir Rp 2 Miliar. Dalam sepekan, omzet PKL (166 orang) diperkirakan mencapai Rp 592.537.000; omzet kuliner etnis (40 orang) Rp 336 juta; omzet UMKM di tenda doom (39 UMKM) Rp 248.043.500; UMKM di tenda sanavil (48) Rp 5.371.500. Totalnya Rp 1.434.412.500.
Sedangkan parkir insidentil pada kegiatan Semipro di stadion saja sebesar Rp 12.209.000 (per 6 September). Jumlah perputaran ekonomi, baik pedagang dan parkir tersebut belum termasuk omzet di penutupan Semipro 7/9 malam yang penontonnya begitu membludak.
Di dalam tenda pameran, panitia dari DKUPP juga mengadakan penilaian stand dengan beberapa kategori. Antara lain stand terbaik diraih RSUD dr Mohamad Saleh, stand penyajian terbaik Diskominfo; stand dengan omzet terbanyak UMKM dari Kecamatan Kedopok yang menjual uleg-uleg, entong dan sebagainya.
“Alhamdulillah puncak dari seluruh rangkaian even dalam eksistensi Semipro mampu memberikan dampak di beberapa sektor. Ini belum pendapatan masyarakat di luar stadion,” ujar Gogol yang juga menjabat Asisten Pemerintahan ini.
Selama Semipro pula, DKUPP mendapat omzet para pelaku UMKM dan PKL yang ikut atau terlibat dalam ajang Semipro. Gogol Sudjarwo, Ketua Panitia Semipro menambahkan, ada peningkatan pendapatan bagi UMKM dan PKL di acara Semipro. “Ada peningkatan sebesar 25 persen untuk pendapatan UMKM dan PKL (Pedagang Kaki Lima (PKL) Semipro dibandingkan saat pelaksanaan Semipro 2018,” ujarnya.
Penutupan Semipro 2019 juga mengumumkan para pemenang lomba Foto Semipro 2019. Lomba foto ini menampilkan spot-spot menarik kegiatan Semipro yang diabadikan dalam foto. Wali Kota Habib Hadi ikut menilai foto para peserta. Dan akhirnya, dipilih enam foto terbaik. Wali Kota dan Wakil Wali Kota serta sejumlah Forkopimda menyerahkan hadiah untuk lomba foto Semipro 2019. Para pemenang itu mendapat hadiah berupa uang pembinaan, tropi dan sertifikat.
Sementara itu, closing Semipro sendiri berlangsung meriah. Penampilan seni budaya etnis kontemporer ditampilkan. Seperti tari Kontemporer dengan pengaruh etnis Tionghoa yang ditampilkan penari dari Sanggar Elizabeth.
Penampilan kesenian Barongsai juga menghibur pengunjung Semipro Sabtu malam. Tiga barongsai beraksi di atas beberapa bangku tinggi. Diiringi dengan iringan musik dari alat musik tamborin dan simbal. Ditutup dengan penampilan sendratari yang menceritakan Kota Probolinggo.
Pameran UMKM dalam pagelaran event Seminggu Probolinggo (Semipro) berlangsung sukses. Ratusan UMKM maupun Pedagang Kaki Lima (PKL) semringah. Sebab, penjualan produk mereka laris manis. Pengunjung yang datang di luar dugaan sebelumnya.
Di stadion, pengunjung terus memadati area Semipro hingga hari ke-enam pameran digelar. Di hari terakhir, Jumat (06/08) pengunjung yang datang tetap membludak. “Alhamdullah lumayan, sukses untuk Semipro,” ujar pemilik Stan Pomade, asal Kota Probolinggo.
Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo juga memberikan penghargaan pada UMKM terbaik yang menjadi peserta pameran. Juara stan terbaik kategori pelayanan diraih RSUD dr. Moh. Saleh, kemudian stan terbaik kategori omset diraih Kecamatan Kedopok, lalu stan terbaik kategori layanan informasi diraih Dinas Kominfo dan terakhir stan terbaik penataan desain diraih Mudinka Florist.
Tahun ini pengunjung Semipro diluar dugaan. Meski bukan di alun-alun, namun masyarakat tetap antusias datang. ” Kami bersyukur semipro tahun ini lebih ramai dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
Kabid Pemberdayaan UKM, Robi Susanto menambahkan, pemberian penghargaan diharapkan bisa terus memotivasi OPD maupun UMKM yang ikut Semipro. “Tahun ini, kalau pengunjung lebih banyak. Namun, soal omset diperkirakan sama dengan tahun sebelumnya. Namun, ada kenaikan sedikit,” tandasnya.
Setiap hari, menurut data Dinas Koperasi,Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo perputaran uang khusus PKL saja mencapai rata-rata Rp.478 ribu setiap harinya. “Itu perhitungan rata-rata setiap PKL. Jika dikalikan dengan PKL yang ikut Semipro. Setiap hari mencapai kurang lebih Rp 75 Juta,” ujar Gatot Wahyudi.
Gatot mengklaim tingginya omzet pelaku UMKM dan PKL disebebkan oleh semakin antusiasnya masyarakat yang datang berkunjung tahun ini. “Dengan konsep hiburan, dan acara-acara kreatif di UMKM ini membuat pengunjung makin banyak,” jelasnya.
Bukan hanya UMKM dan PKL, rumah-rumah di kawasan stadion juga kena imbas. Hampir seluruh rumah di kawasan stadion membuka tempat parkir di halaman rumahnya masing-masing, tambahnya.(Wap)

Tags: