Giliran Isteri Mantan Ketua Dewan dan Sekwan Diperiksa KPK

Oumy Sugiati istri mantan Ketua DPRD Kota Malang saat memenuhi panggilan penyidik KPK di Mapolresta Malang, Rabu 10/4 kemarin.

Malang, Bhirawa
Drama bancakan APBD 2015, yang melibatkan anggota DPPRD Kota Malang mantan Wali Kota Malang, HM. Anton, mantan Kepala PUPR Djarot Edi Sulistiono dan mantan Sekda Kota Malang Cipto Wiyono, telah diproses oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Untuk menambah berkas komisi anti rasuah itu kembali melanjutkan pemeriksaan kepada sejumlah saksi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Malang. Pemeriksaan dilakukan di Aula Sanika Satyawada Polres Malang Kota, Rabu (10/4) kemarin.
Kali ini, KPK memeriksa isteri mantan Ketua DPRD Kota Malang, Arif Wicaksono Oemy Sugiati dan Sekretrasi DPRD Kota Malang Mulyono. Saksi lain yang diperiksa diantaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Malang Hadi Santoso, mantan Kepala Bidang Tata Ruang DPUPR Kota Malang Dahat Sihbagyanto, mantan Kabid Bina Marga DPUPR Nur Rahman, Sulthon Sekertaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Malang, Nunuk Seri Rusgianti Sekertaris Disperkim, dan Prihatin Wilujeng Sekertaris Dinas Perdagangan
Kepala Dinas PUPR Kota Malang, Hadi Santoso mengakui, jika pemanggilannya kali ini menjadi saksi untuk tersangka mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang tahun 2014-2016, Cipto Wiyono. “Menjadi saksi untuk Pak Cipto Wiyono, pertanyaannya ya terkait kasus APBD Perubahan 2015, sama seperti dulu, semuanya sudah kita sampaikan,”ujarnya.
Ditanya soal jumlah dan detail materi pertanyaan, pria yang kerap disapa Pak Soni ini enggan membeberkan. Namun ia mengaku jika pemanggilannya sebagai saksi kali ini merupakan yang ketiga kalinya. “Soal pertanyaan itu ranahnya penyidik KPK, silahkan ditanyakan saja,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Malang, Mulyono mengungkapkan, pada pemeriksaan kali ini ia ditanya terkait kenal tidaknya dengan 45 anggota DPRD Kota Malang, yang sebagian besar diantaranya telah dinyatakan sebagai tersangka kasus yang sama.
“Ditanya tahu atau tidak tahu, kenal dan tidak kenal dengan 45 anggota dewan. Ada sekitar 3 pertanyaan, ini pemanggilan kedua, hanya pencocokan data saja,” tandasnya.
Sementara itu, Oemy Sugiati, isteri Arif Wicaksono, datang pada pukul `14.30 WIB, dengan balutan kerudung coklat, ia langsung bergegas menuju tempat pemeriksaan. Tidak ada keterangan yang bisa digali dari istri Arif Wicaksono itu.
Seperti diketahui Cipto Wiyono ditetapkan sebagai tersangka karena ia diduga bekerjasama dengan mantan Wali Kota Malang M. Anton untuk memerintahkan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar mengumpulkan dana untuk DPRD terkait pembahasan APBD-P 2015.
Selain itu, Cipto juga diduga memerintahkan pemborong rekanan di Dinas PUPR Kota Malang mengumpulkan uang senilai Rp 900 juta untuk diberikan kepada Ketua DPRD Kota Malang Arif Wicaksono, agar mendapat persetujuan APBD-P 2015.
Kasus ini telah menyeret 41 anggota DPRD Kota Malang, Ketua DPRD Kota Malang Arif Wicaksono, mantan Walikota Malang M. Anton, mantan Kepala Dinas PUPR Kota Malang Jarot Edi Sulistyono, serta mantan Sekda Kota Malang Cipto Wiyono. [mut]

Tags: