Gelar Seminar Education, SMAMDA Hadirkan Bupati Banyuwangi

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas (tengah) dan Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Ustadz Astajab (kiri) sedang berbicang – bincang. [trie diana]

Surabaya, Bhirawa
Keberhasilan Pemkab Banyuwangi membentuk masyarakatnya menjadi inovatif dan kreatif, membuat SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Surabaya mengundang Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Dalam Seminar Education 2019 membentuk Generasi Kreatif di Hotel Mercure Grand Mirama, Selasa (26/2) kemarin. Azwar Anas membagikan ilmunya kepada para kepala sekolah, guru BK, wali kelas dan guru.
Menurut Bupati Anas, untuk membentuk generasi kreatif diperlukan kerjasama semua pihak mulai dari daerah hingga provinsi.
“Saya ketemu anak muda usia 24 tahun baru lulus kuliah di Inggris tetapi gajinya kini sudah mencapai Rp100 juta. Kenapa bisa dapat gaji sebesar itu? Karena trendnya transaksi sekarang sudah beralih dari mall – mall menjadi transaksi melalui online. Bahwa kuncinya ada pada kreativitas dan karakter. Kini bukan lagi skill yang dibutuhkan tetapi pada kreativitas. Saya kira di Indonesia peluangnya sangat besar pada sektor kreativitas ini,” jelas Bupati Anas
Bupati Banyuwangi juga menjelaskan, sekolah masih mempunyai tradisi lama. Dan perlu ada lompatan baru. Misalnya, di Kab Banyuwangi saat ini sedang dijalin kerjasama dengan BUMN (Bank Mandiri dan Bank BRI) untuk menyelesaikan SMK Jurusan Kopi dan SMK Jurusan Coklat. Jadi jurusannya tidak perlu banyak tetapi dikombinasikan dengan pesantren, sehingga santri bisa hafalan Alquran dan bisa jadi Barista (peracik kopi).
Sementara itu yang sudah berjalan SMK jurusan Batik. Jadi pada hari biasa bisa belajar hafalan quran, sementara Sabtu dan Minggu bisa belajar membatik, dan hasil membatik para siswa sudah dipesan sanggar – sanggar batik. Sehingga hasil produk kreatif langsung jadi uang.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 2 Surabaya, Ustadz Ustajab menjelaskan, dalam seminar education ini sengaja menghadirkan Bupati Azwar Anas, sebab sosok Bupati Banyuwangi ini merupakan seorang yang inovatif dan kreatif. Dan SMA Muhammadiyah 2 berkeinginan semua sekolah bisa membentuk kader – kadernya yang kreatif dan inovatif dalam rangka menghadapi Era Revolusi Industri 4.0.
“Mau tidak mau yang namanya perkembangan teknologi ini harus dilalui dan harus bisa memanfaatkannya dengan baik,” jelas Ustadz Astajab. [fen]

Tags: