Gelar Aksi Teatrikal Peristiwa Rengas Dengklok

Ustadz Mohammad Ain dan para siswa penuh samangat dan penghayatan memainkan teatrikal Penculikan Rengas Dengklok. [trie diana]

SDM 20 Ingatkan Detik detik Proklamasi
Surabaya, Bhirawa
Teatrikal penculikan Bung Karno di Rengas Dengklok menjelang detik – detik Proklamasi Kemerdekaan, dimainkan siswa SD Muhammadiyah 20 Surabaya dengan penuh penghayatan.
Menurut Kepala SD Muhammadiyah 20, Tembok Dukuh, Surabaya, Ustadz Muhammad Ain MPd bersama para siswa ingin mengangkat fakta sejarah yang sering luput dari perhatian generasi muda di setiap HUT Kemerdekaan RI tahun 2019 ke 74. Fakta ini juga mengenalkan kepada siswa bahwa dibalik sukses proklamasi kemerdekaan, ada perjuangan dan pro kontra yang tidak mudah. Maka para pemuda memainkan perannya dengan sangat luar biasa.
“Anak – anak muda yang bergerak cepat dengan langkah tepat dan perhitungan akurat menyikapi momentum. Hingga terjadilah penculikan di Rengas Dengklok dan kemerdekaan pun akhirnya diproklamasikan. Dan para siswa SD Muhammadiyah 20 Tembok Dukuh, Surabaya diajak memainkan teatrikal Rengas Dengklok,” Ustadz Ain.
Ustadz Ain menjelaskan, ketika yang lain lebih banyak euphoria menyambut peringatan Kemerdekaan RI dengan berbagai lomba. SD Muhammadiyah 20 menyajikan yang berbeda mengenalkan peristiwa di balik semua euphoria yang selalu dilakukan pada Bulan Agustus atau jelang detik – detik Kemerdekaan RI.
Maka dengan mengenalkan fakta sejarah ini kepada para siswa bisa menambah wawasan dan pengetahuannya, sebab selama ini yang diketahui hanya peristiwa tanggal 17 Agustus 1945 saja atau saat Proklamasi saja, sedangkan peristiwa dibalik itu atau kejadian tanggal 16 Agustus tak banyak diketahui.
“Ketika Negara Jepang sudah menyerah tanpa syarat, ternyata tidak secara otomatis negara kita bisa memproklamasikan kemerdekaan secara mudah tetapi justru butuh perjuangan yang luar biasa. Dan kita tahu pemuda bisa memainkan perannya dengan sangat luar biasa, maka para siswa diajak memainkan tetrikal supaya mereka tidak sekedar tahu, tetapi bisa merasakan bagaimana beratnya perjuangan hanya untuk mempersiapkan teks proklamasi kemerdekaan,” jelas Ustadz Ain.
Hingga terjadi penculikan Rengas Dengklok, para pemuda berani mengambil resiko, mereka bergerak cepat dan perhitungan matang hingga bisa memproklamirkan kemerdekaan. Ini yang ingin ditanamkan kepada siswa, bahwa mereka mendapat amanah dari para pahlawan untuk menjaga kemerdekaan Indonesia ini.
Teatrikal menceritakan menuju detik – detik proklamasi dan diawali dengan ketika Jepang masih menguasai Indonesia, dengan gaya penjajahannya diantaranya ada kerja paksa kepada rakyat Indonesia. Ditampilkan juga peristiwa ketika dua kota di Jepang yakni Hirosima dan Nagasaki dijatuhi bom oleh Tentara Sekutu. [fen]

Tags: