Gandeng Unej Jember, DTPHP Kembangkan Tanaman Singkong

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto bersama Wabup Yoyok Mulyadi serta Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Situbondo Farid Kuntadi membahas prospek singkong bersama LP2M Unej Jember. [sawawi/bhirawa]

Pemkab Situbondo, Bhirawa
Pemkab Situbondo melalui DTPHP (Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan) Kabupaten Situbondo bersama LP2M Fakultas Pertanian Universitas Jember akan mengembangkan tanaman singkong pada tahun 2019 ini. Kerja sama kedua belah pihak ini dilaksanakan di ruang IB (intelegence room), lantai II Pemkab Situbondo belum lama ini.
Hadir di antaranya Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, Wabup Yoyok Mulyadi, Kepala DTPHP Farid Kuntadi serta sejumplah pimpinan OPD terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) dan Dinas Ketahanan Pangan Situbondo.
Kepala DTPHP Kabupaten Situbondo, Farid Kuntadi melalui Kepala Seksi (Kasi) Produksi pada Bidang Tanaman Pangan, Saiful Bahri mengatakan, program pengembangan tanaman singkong direalisasikan untuk meningkatkan pendapatan petani Situbondo dimana perkembangan tanaman singkong kurang diminati karena harganya dipasaran yang rendah. “Program ini merupakan suatu terobosan dari DTPHP Situbondo bersama para petani singkong agar kedepan berminat untuk menanam singkong kembali,” tegas Saiful Bahri, di ruang kerjanya, Kamis (14/3).
Masih kata Saiful, agar program kerjasama ini berjalan dengan baik harus diikat dengan cara kontrak kerja dengan perusahaan yang bisa mengelola singkong menjadi komoditas tepung dan produk lain di Kabupaten Situbondo.
Dengan adanya kontrak saling menguntungkan antara perusahaan/pabrik dan petani Situbondo, diharapkan Saifil akan tercipta peningkatkan pendapatan dan keuntungan dari kedua belah pihak. “Program ini hasil kerjasama antara Pemkab bersama dengan akademisi, termasuk didalamnya untuk pendampingan survey kelayakan lokasi,” papar saiful.
Saiful menambahkan, setelah lokasi dinilai layak oleh tim maka petani akan mendapatkan pengawalan sejak mulai proses penanaman sampai paska panen dengan tujuan agar ada peningkatan pendapatan yang besar. Kata Saiful, dalam pertemuan kemarin sudah mengerucut dari hal yang kecil seperti penyediaan lahan seluas 62,5 hektar.
Setelah mengalami pertumbuhan yang bagus, sambung Saiful, tanaman singkong nanti diharapkan semakin meluas dan akan tumbuh pabrik pabrik lain di Situbondo. “Dengan demikian tanaman singkong akan meningkat lagi dengan lebih besar. Tentunya juga harus melalui perencanaan yang detail melalui pendampingan akademisi dari Unej Jember,” urai Saiful.
Saiful menegaskan, sesuai dengan rencana tindak lanjut (RTL) yang disepakati bersama, Bapeda dan beberapa OPD terkait melakukan perencanaan yang matang seperti tanaman, pola kerjasama dan pembagian tanaman sehingga akan pembagian tugas yang jelas.
Dijadwalkan pula, terang Saiful, nanti setiap hari atau setiap bulan ada pemasukan produksi singkong ke pabrik yang berdiri di Situbondo. “Kami merencanakan ada satu truk singkong yang masuk ke pabrik setiap hari sehingga pabrik tersebut akan terus beroperasi. Tentunya harus didukung dengan proses pemeliharaan yang konsisten,” kupas Saiful lagi.
Saiful memperkirakan mulai bulan Oktober 2019 mendatang pabrik singkong di Situbondo akan mulai beroperasi dan petani sudah bisa menikmati keuntungan dan pendapatan yang ideal. Sesuai dengan perencanaan awal, kupas Saiful, target tonase awal produksi singkong di Kabupaten Situbondo sekitar 16 ton perhektarnya. “Itu akan terealisasi dengan didukung pendampingan tehnologi dari DTPHP Situbondo serta Unej Jember. Bahkan kami bisa menargetkan bisa memproduksi singkong diatas 20 ton/hektarnya,” pungkas Saiful Bahri. [awi]

Tags: