Gagalkan Penyelundupan Narkoba dalam Biskuit ke Wilayah Jatim

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan bersama Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan menunjukkan tersangka dan bb 2,2 kilogram sabu, Rabu (24,10). [abednego]

Polisi Amankan 2,2 Kg sabu dan 4.115 butir ekstasi
Polrestabes Surabaya, Bhirawa
Banyak cara dan modus peredaran narkoba dengan mencari celah untuk mengelabuhi Polisi. Terbaru, Tim Khusus Satresnarkoba Polrestabes Surabaya membongkar peredaran narkoba jaringan Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) dengan modus unik, yakni menyelipkan narkoba dan ekstasi ke dalam biskuit yang diranjau melalui restoran maupun toko roti di Surabaya.
Adapun tersangka yang diamankan yakni Leonardo Cristian Tandojo (20) warga indekos di Jl Petemon, Surabaya. Pemuda inilah yang menjadi bandar narkoba dengan modus peredaran itu. Dirinya ditangkap Kepala Tim Khusus (Katimsus) Iptu Eko Julianto dan Wakatim Ipda Yudhy Triananta Saeful Mamma di Jl Arjuno Surabaya pada Minggu (21/10), sekitar pukul 20.30.
“Saat menangkap tersangka, kami mangamankan 15 butir ekstasi warna hijau, 3 HP dan motor sarana tersangka,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, Rabu (24/10).
Setelah penangkapan di lokasi pertama, lanjut Luki, tim mengkeler Leonardo ke kamar kosnya di Jalan Petemon. Dari lokasi ini, tim mendapati dua bungkus besar sabu seberat 2,2 kilogram dan 4.115 butir ekstasi yang dikemas menjadi beberapa bungkus siap edar. “Anggota juga menemukan dua alat press dan beberapa bungkus roti,” jelasnya.
Masih kata Luki, dalam menjalankan aksinya, modus yang dilakukan Leonardo cukup unik. Sebab sebelum narkoba diedarkan, dia membungkus narkoba tersebut dalam paket-paket kecil. Setelah itu, narkoba siap edar tersebut dimasukkan ke dalam biskuit yang sudah dipersiapkan.
Caranya, Leonardo terlebih dahulu membeli biskuit kemasan, sampai di kosnya, Ia menyobek bagian bawah atau tepi kemasan biskuit itu dengan cutter. Setelah kemasan terbuka, dia memasukkan narkoba (baik sabu maupun ekstasi) ke dalamnya. Setelah itu ia menempelkan perekat (double tip) agar kemasan biskuit kembali seperti semula. “Bungkusnya terlihat rapi dia juga menggunakan alat press yang sudah Ia persiapkan sebelumnya,” ucapnya.
Setelah berhasil mengemasnya, Leonardo kemudian memasukkan biskuit berisi narkoba itu ke dalam tas kresek. Kemudian Ia pergi ke restoran atau toko roti di sejumlah tempat di Surabaya. Dia kemudian membeli sesuatu di restoran dan toko roti itu. Setelah itu, dia mencampur barang dibelinya itu dengan biskuit tadi.
“Tersangka kemudian menitipkan biskuit dan barang yang dibelinya tadi ke kasir dan mengatakan akan ada ojek online yang mengambilnya,” tambah Jendral bintang dua ini.
Dari pengakuan tersangka, sambung Luki, dia sudah melakukan pengiriman dengan modus yang sama sebanyak sembilan kali. Narkoba tersebut dipasok dari seorang napi yang diduga dari Lapas Madiun. Sedangkan narkoba tersebut diedarkan ke sejumlah pengecer yang ada di Surabaya maupun sejumlah kota di Jatim. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan narkoba kelas kakap ini,” tegas Luki.
Selain membeberkan hasil ungkap dari Timsus Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, dalam kesempatan ini Luki juga memamerkan hasil ungkap Ditresnarkoba Polda Jatim. Kebetulan proses pengungkapannya hampir bersamaan. “Ditresnarkoba menyita narkoba jenis sabu seberat 1 kilogram dengan dua tersangka yang berperan sebagai kurir,” imbuhnya.
Dua kurir tersebut adalah Chia Kim Hua dan Hendry Low Kie Lie. Mereka merupakan Warga Negara Serawak, Malaysia. Setelah turun dari di Bandara Internasioanl Juanda, mereka kemudian menuju hotel. Saat itulah kedua tersangka disergap dan digeledah isi tasnya. Di dalam tas itulah ditemukan dua paket besar sabu berisi 1 kilogram. “Mereka dari Malaysia ke Surabaya menggunakan jalur udara,” pungkasnya. [bed]

Tags: