Gagal Berangkat, Puluhan CJH Lapor ke Polda Jatim

Perwakilan korban penipuan haji saat melapor ke SPKT Polda Jatim, Senin (6,8) malam.

Polda Jatim, Bhirawa
Sebanyak 59 orang Calon Jemaah Haji (CJH) melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, Senin (5/8) sekitar pukul 23.00 malam. Warga yang tertipu ini berasal dari beberapa daerah di Jatim, seperti Madura, Malang, Pasuruan, Surabaya dan Sidoarjo.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, para korban melapor ke SPKT Polda Jatim kemarin malam.
Kepada Polisi, pelapor bernama Ichwanul Hakim mengaku telah mendaftar haji sejak 2018 dan akan berangkat tahun 2040. Selanjutnya ada seorang bernama M Junaedi yang menawarkan jika bisa mempercepat jadwal keberangkatan menjadi tahun ini.
M Junaerdi ini, sambung Barung, mengaku percepatan jadwal ini karena ada kuota tambahan dari Kementerian Agama. “Terlapor (M Junaedi) menawarkan dan menjanjikan kepada pelapor bahwa terlapor dapat mempercepat jadwal keberangkatan haji di tahun 2019. Dengan syarat meminta tambahan biaya sebesar kurang lebih Rp 25 juta per orang,” kata Kombes Pol Frans Barung Mangera, Selasa (6/8).
Tak hanya itu, sambung Barung, sebanyak 59 orang tersebut juga percaya dan mentransfer dana rata-rata Rp 10 juta. Sementara untuk kekurangannya akan dibayarkan pada waktu pemberangkatan haji.
“Sehingga pada 5 Agustus 2019 pelapor dan calon jemaah haji lainnya, atau sebanyak 59 orang berkumpul di stadion Bangkodir, Bangil, Pasuruan untuk persiapan pemberangkatan menuju AHES,” jelasnya.
Namun, lanjut Barung, sesampainya di AHES, rombongan dihentikan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Pemberhentian ini karena rombongan tidak terdaftar sebagai Calhaj yang berangkat tahun ini.
“Akibat kejadian tersebut, pelapor dan calon jemaah haji lainnya merasa dirugikan kurang lebih sebesar Rp 550 juta,” ucapnya. Untuk kasus ini, Barung mengaku akan melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut. Sebab, dari kasus ini korbannya hingga puluhan orang.
“Kami tampung dulu laporannya, dan akan menindaklanjuti laporan itu,” tegasnya. Sebelumnya, para jemaah ini telah datang ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) Sukolilo.
Namun, mereka tidak masuk ke AHES, melainkan diajak keliling di daerah Sukolilo. Kapolsek Sukolilo, Kompol Bunari mengatakan, pihak Polsek Sukolilo memang telah mendapatkan laporan adanya calon jemaah haji yang menjadi korban penipuan.
Namun, banyaknya korban dari luar daerah Surabaya, membuat dirinya menyarankan untuk melapor ke Polda Jatim. Tak hanya itu, Bunari mengaku, dari 59 orang ini telah terdaftar sebagai Calhaj di Kementerian Agama.
Tetapi masih berangkat beberapa tahun lagi. Sementara Calhaj diberi iming-imingi untuk berangkat tahun ini jika memberi sejumlah uang.
“Dari data yang ada 59 orang ini sebenarnya sudah terdaftar di Kementerian Agama, tapi karena pelaku ini meminta sejumlah uang untuk memberangkatkan haji dengan cepat atau tahun ini, maka banyak korban menyerahkan sejumlah uang kepada seseorang,” imbuh Bunari.
Kini, seluruh korban telah melaporkan kejadian penipuan yang dialami ke Polda Jatim. Pihak Polsek Sukolilo juga menemani korban untuk melapor. “Disini kami hanya mengantarkan korban saja ke Polda Jatim untuk melaporkan kejadian tersebut,” pungkasnya. [bed]

Tags: