FPP UMM Kota Malang Tangkap Peluang Usaha Penggemukan Domba

Kota Malang, Bhirawa
Penggemukan domba merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan di bidang industri peternakan. Hal ini dilatari permintaan daging domba muda yang cukup tinggi di pasaran. Daging domba muda memiliki tekstur yang empuk jika dibandingkan dengan domba dewasa. Selain itu, lemak dari daging domba muda juga lebih rendah dibandingkan dengan daging domba dewasa.
Peluang usaha ini yang ditangkap Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) yang merupakan salah satu program pengabdian kepada masyarakat (PKM) dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), yakni melalui penerapan Teknologi Pakan Silase Jagung Komplit.
Pengabdian ini dilakukan di laboratorium experimental farm UMM selama setahun pendanaan. Bahan baku domba muda dalam usaha penggemukan ini adalah dari hasil pembibitan domba yang dilakukan laboratorium Ekperimental Farm, Peternakan UMM. “Selain itu, melakukan pembelian bakalan dari peternak yang ada di sekitar Batu dan Malang,” terang Dr. Ir. Asmah Hidayati, MS Ketua PPUPIK UMM.
Jumlah ternak domba yang dipelihara sebanyak 60 ekor jenis merino, dengan proses penggemukan selama 90 hari. “Dengan masa penggemukan yang lebih cepat ini maka program PPUPIK penggemukan domba muda dapat meningkatkan market share. Penggunaan silase jagung komplit juga pertambahan bobot badan domba lebih tinggi dibandingkan menggunakan pakan rumput,” ungkap Asmah.
Hasil penggemukan yang dilakukan program ini menunjukan bahwa dengan menggunakan silase jagung komplit, diperoleh penambahan bobot harian domba sebesar 150-150 gr/ekor/hari. “Dengan demikian, masa penggemukan domba dalam praktik PPUPIK ini lebih cepat, yakni sekitar tiga bulan sudah dapat didistribusikan ke pasar. Program ini tentu menjadi peluang bisnis menjanjikan,” kata Asmah
Disebut Asmah yang merupakan Ketua Prodi Peternakan UMM ini, penggemukan domba dilakukan guna memenuhi permintaan pasar daging domba di wilayah Malang dan sekitarnya. Baik untuk konsumsi, aqiqah, maupun untuk qurban. Mekanisme penjualan dilakukan dengan cara konsumen datang langsung ke Experimental Farm UMM, atau domba langsung dikirim ke pemesan via telepon.
Lebih jauh Asmah menyatakan, program pengembangan usaha ini dimaksudkan untuk mengembangkan produk dari pemikiran riset dosen, yang kemudian diupayakan menjadi usaha yang bisa memperoleh keuntungan. Selain itu, usaha ini juga bisa dipakai sebagai laboratorium terapan bagi para mahasiswa UMM berlatih berwirausaha. Kedepannya, pengembangan usaha ini dapat menjadi income bagi kampus. [mut]

Tags: