Fokus Pemberdayaan Ekonomi dan Regenerasi

Lailatun Ni’mah

Lailatun Ni’mah
Dipercaya memegang jabatan sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jombang, Lailatun Ni’mah atau yang biasa disapa Ning Eli, akan fokus kepada pemberdayaan ekonomi dan regenerasi.
Ning Eli secara resmi menjadi Ketua PC Fatayat NU Jombang masa khidmah 2019-2024 pada Konferensi Cabang (Konfercab) Fatayat NU Jombang yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Jombang, Minggu (21/07).
Fatayat NU merupakan salah satu Badan Otonom (Banom) NU yang memiliki kepengurusan dan anggota hingga akar rumput. Sejumlah program menjadi fokus pada kepengurusan masa khidmah 2019 hingga 2024. “Kami akan berusaha merealisasikan amanah yang telah disampaikan pada sidang komisi dan pleno, baik program maupun rekomendasi Konfercab Fatayat NU Jombang kemarin,” ujar Lailatun Ni’mah.
Ning Eli menambahkan, beberapa hal yang menjadi perhatiannya yakni, memberdayakan taraf ekonomi perempuan muda, item yang juga diamanatkan dalam Konfercab Fatayat NU Jombang kemarin. “Saya juga sangat mendukung harapan dari peserta,” katanya.
Baginya, tugas seorang perempuan saat ini lumayan berat dan juga mulia karena tidak hanya beraktifitas pada kegiatan rumah tangga, namun juga turut membantu ekonomi keluarga. Meskipun menurutnya tugas utama seorang perempuan memang untuk menyelesaikan tugas rumah tangga, namun lanjutnya, perempuan juga bisa melakukan aktifitas untuk menambah income keluarga seiring adanya kemudahan akses dan dukungan tekhnologi seperti internet.
“Sambil beraktifitas rutin di rumah, perempuan juga bisa menambah income keluarga dengan membangun usaha,” imbuhnya.
Dia berharap, seluruh potensi usaha dan jaringan yang saat ini dimiliki Fatayat NU Jombang dapat disinergikan untuk memastikan pemberdayaan ekonomi tersebut. Saat ini menurutnya, tinggal bagaimana mengasah keterampilan bertransaksi secara online dengan jejaring yang telah dimiliki sehingga bisa berjalan lebih optimal.
Diakuinya, sejumlah pengurus dan anggota Fatayat NU di Kabupaten Jombang saat ini sudah memiliki keterampilan dalam berbisnis online, meski kemampuannya masih belum merata. “Kita harapkan akan ada pelatihan yang intensif, agar kemampuan bisa terasah. Sehingga usaha yang ditekuni bisa lebih fokus dan berkembang,” tutur Ning Eli.
Pemberdayaan perempuan khususnya dalam hal penguatan nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah juga menjadi perhatiannya. Menurut salah satu putri Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab ini, para ibu muda merupakan ‘Madrasatul Ula atau sekolah pertama bagi seorang anak.
“Memastikan para ibu memiliki pemahaman agama yang benar merupakakan hal yang sangat mendesak, agar lahir anak-anak yang tidak tercerabut dari ajaran Islam Aswaja an-Nahdliyah,” terang Ning Eli.
Selain itu, hal lainnya yang menjadi fokus perhatiannya yakni regenerasi anggota dan pengurus di internal Fatayat NU Jombang. Bagi anggota Fatayat NU Jombang yang telah berusia di atas 45 tahun yang nantinya tidak lagi bisa menjadi fungsionaris dan anggota Fatayat NU, Ning Eli menyarankan agar mereka dapat berkhidmat pada kepengurusan di Muslimat NU. Menurutnya, hal tersebut juga dapat memastikan bahwa regenerasi di tubuh NU, termasuk Banomnya bisa berjalan sesuai aturan.
“Sehingga perempuan muda NU yang memiliki banyak ide kreatif, bisa saling bersinergi demi memajukan kepengurusan di masa mendatang,” tandas cucu inisiator, pendiri dan penggerak NU, KH Wahab Hasbullah (Mbah Wahab) tersebut. [rif]

Tags: