FKPAK Tuntut Penyertaan Modal PDP Dianggarkan P-APBD 2019

Koordinator FKPAK Dwi Agus saat menyerahkan kado berupa limbah karet kepada Ketua DPRD Jember, Senin (12/8).

Jember, Bhirawa
Ribuan pekerja kebun milik Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kab.Jember yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun (FKPAK) mendesak kepada eksekutif dan legeslatif untuk masukkan penyertaan modal sebesar Rp.5,8 M dalam P-APBD 2019.
Desakan ini cukup beralasan, karena kontrak HGU berakhir 2020 dan rubuan pekerja terancam kehilangan pekerjaan.
Tututan FKPAK disuarakan saat aksi unjukrasa di depan Pemkab dan DPRD Jember, Senin (12/8). Mereka berorasi dalam pengawalan Kapolres Jember AKBP Kuworo Wibowo.
Saat orasi di depan Pemkab, massa sedikit omosi dan menolak kehadiran Kepala Bappekab Jember A.Fauzi. Usai berorasi, massa dengan puluhan truk tersebut bergerak menuju gedung DPRD Jember.
Saat di DPRD Jember, perwakilan FKPAK diterima oleh Ketua DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo didampingi Wakil Ketua Martini dan salah satu anggota David Handoko Seto.
Dwi Agus Koordinator FKPAK mengatakan, kegelisaan ribuan kebun PDP sangat beralasan. Karena mereka tidak bisa bekerja karena HGU tanah PDP berakhir 2020.” Penyertaan modal Rp 5,8 M sangat diharapkan, tapi kenapa tidak dianggarkan dalam P-APBD 2019, sedang perusahaan daerah lain seperti PDAM dianggarkan,’ katanya.
Bahkan, Dwi kawatir dalam kurun waktu 3 bulan kedepan, banyak pekerja yang di PHK dan tidak gajian. Karen selama ini, kondisi PDP masa kritis.
“Kami hanya menyelamatkan asset milik Pemkab, dan banyak pekerja yang dirumahkan karena finacial.Kesenjangan sosial ini yang kita jaga, jangan salahkan jika penjarahan dan pencurian merajalela. Karena mereka butuh kerja dan makan,” tandas Dwi Agus.
Ketua DPRD Jember Ardy Pujo Prabowo mengaku, bahwa penyertaan modal untuk PDP sebesar Rp.5,8 M tidak bisa dianggarkan dalam P-APBD 2019 ini. Dikarenakan selema ini tidak ada payung hukum yang menguatkan penyertaan modal itu.,
” Kalau kita paksakan nanti akan berdampak hukum pada kami,” ujar legeslator asal Gerindra kemarin.
Namun Ardy berjanji, akan memasukkan penyertaan modal untuk PDP sebesar Rp.5,8 M pada APBD 2020 nanti.” Untuk meyakinkan itu, kami pimpinan siap membuat pernyataan diatas materai disaksikan oleh Kapolres, kalau kami siap menganggarkan penyertaan modal sebesar Rp.5,8 M dalam APBD 2020 nanti. Pernyataan ini bukan pernyataan pribadi tapi atas nama kelembagaan,” tegasnya.
Sementara, Direktur PDP Hariyanto yang juga menemui pengunjukrasa meminta kepada para pekerja untuk bekerja seperti biasa dan tetap menerima gaji.
” Kami (managemen) sudah membuat perencanaan agar para pekerja bisa bekerja dan tetap menerima gaji seperti biasanya dan ini bagian tanggung jawab saya, meskipun harus hutang sana, hutang sini. Tapi itu ada batasnya. Kondisi PDP saat ini masih dalam taraf bertahan, belum menginjak pada pengembangan,”singkatnya.
Usai pertemuan, perwakilan FKPAK memberikan bingkisan kepada Ketua DPRD Jember limbah karet.” Kami beritahukan kepada pimpinan, bahwa limbah karet ini yang memberi penghidupan kepada pekerja. Para pekerja makan dari itu (limbah karet),” tegas Dwi Agus kemarin.(efi)

Tags: