Enam Desa di Kabupaten Jombang Terendam Banjir

Banjir yang melanda Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Selasa pagi (09/04). [Arif Yulianto]

Jombang, Bhirawa
Enam desa di Kabupaten Jombang, terendam banjir. Kondisi terparah terjadi di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung dengan ketinggian air mencapai dua meter. Banjir yang terjadi kali ini diakibatkan hujan deras yang mengguyur beberapa jam pada Selasa dinihari (9/4). Akibatnya, banjir merendam pemukiman hingga masuk ke dalam rumah dan sempat mengganggu aktifitas warga.
Salah seorang warga Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Saifullah (42), mengatakan, air datang pada Selasa dinihari (09/04) pukul 03.00 WIB. “Hujan deras sejak pukul 01.00 WIB, mengakibatkan air Kali Gunting meluap ke kampung. Ketinggian air hingga mencapai dua meter,” ujarnya kepada wartawan, Selasa pagi (9/4).
Saifullah menambahkan, Desa Kademangan di Kecamatan Mojoagung merupakan langganan banjir setiap kali intensitas hujan tinggi. Jika kondisi seperti itu, warga pun mengungsi. “Kalau banjirnya besar mengungsi ke mushollah dan ke kantor desa,” tandasnya.
Sementara itu, sejumlah relawan bencana yang salah satunya dari Semangat Masyarakat Relawan (Semar) turut membantu warga untuk melakukan evakuasi sejumlah barang milik warga untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
“Hasil survey, banjir di ada enam desa, Kalibening, Kademangan, Sanan, Mancilan, dan Betek. Saat ini sudah ada kenaikan di daerah Balongsono,” terang Ahmad Said, Koordinator Semar di lokasi banjir.
Selain mengganggu aktifitas warga, banjir juga merendam SDN Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Jombang. Aktifitas sekolah terpaksa diliburkan.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, Abdul Wahab mengatakan, banjir yang terjadi diakibatkan oleh luapan air dari dua sungai yakni Kali Pancir dan Kali Gunting yang melintasi Kecamatan Mojoagung, Jombang.
“Ini terjadi karena ada penyumbatan di Sungai Pancir dan Kali Gunting. Anggota kami beserta warga dan pemerintah desa segera akan membersihkan penyumbatan ini,” kata Abdul Wahab.
Saat ini, menurut data dari BPBD Kabupaten Jombang, ada tiga kecamatan yang terdampak banjir akibat penyumbatan dua sungai tersebut. “Yang terdampak ada di Kecamatan Mojoagung, Kecamatan Mojowarno, dan Kecamatan Jogoroto,” pungkasnya. [rif]

Tags: