Emha Ainun Najib: Selamatkan Mata Air Brantas untuk Jawa Timur

Cak Nun bersama Walikota Batu, Dra.Dewanti Rumpoko,M.Si saat sinau bareng dalam peringatan Bersih Desa Sumber Brantas, Selasa (1/10) malam.

Kota Batu, Bhirawa
Sebagai hulu dari Sungai Brantas yang mengaliri 11 Kota/ Kabupaten di Jawa Timur, sangat penting untuk menjaga eksistensi sumber air yang ada di Desa Sumber Brantas Kota Batu. Selasa (1/10) malam, warga Desa Sumber Brantas mengadakan Peringatan Bersih Desa dengan menggelar Pengajian dan Sinau Bareng yang dihadiri budayawan, Emha Ainun Najib bersama Wali kota Batu, Dra.Hj.Dewanti Rumpoko.
Cak Nun, panggilan akrab Emha Ainun Najib, mengapresiasi komitmen warga Desa Sumber Brantas dalam menjaga lingkungan di desanya. Karena imbas yang dilakukan warga Desa ini tak hanya dirasakan masyarakat Kota Batu tetapi juga masyarakat Jawa Timur.
“Karena air yang keluar dari mata air di Desa Sumber Brantas ini juga akan menghidupi ribuan masyarakat di 11 Kota/ Kabupaten di Jawa Timur,”ujar Cak Nun dalam forum Sinau Bareng, Selasa (1/10) malam.
Kepada massa yang hadir, Cak Nun juga mengingatkan bahwa penggunaan kata buang sampah kurang tepat. Adapun yang lebih tepat adalah kata taruh sampah. Karena tidak ada sampah yang tidak bisa dimanfaatkan.
“Butuh keikhlasan yang tinggi untuk menjaga mata air Sumber Brantas demi warga Jawa Timur dan demi Indonesia,”tambah Cak Nun.
Sementara, Wali kota Batu Dra.Hj. Dewanti Rumpoko,M.Si mengatakan bahwa Pemerintah Kota juga menjaga komitmen dan terus aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Dan salah satunya adalah tetap rutin melaksanakan Sabers Pungli atau giat sapu bersih sampah nyemplung kali.
“Dengan komunitas pecinta lingkungan yang ada, giat Sabers Pungli sudah hampir menginjak ke 100 kali digelar, selama kurang lebih 2 tahun berjalan,”ujar Walikota.
Dan kepada jamaah Sinau Bareng dan masyarakat umum, Dewanti terus mengingatkan untuk tidak membuang sampah di sungai. Karena selain bisa merusak lingkungan sungai, juga berpotensi menimbulkan penyakit.(nas)

Tags: