Ekspor Rp 28,1 Miliar Komoditas Pertanian Jatim Diluncurkan

Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian Melalui Kegiatan Agro Gemilang oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansah di PT Terminal Peti Emas Surabaya, Kamis (21/3).

12 Ton Daun Kelor Masuk ke Pasar Korea Selatan
Pemprov, Bhirawa
Sinergi antara Pemprov Jatim dan Kementerian Pertanian sukses melecut kegiatan ekspor komoditas pertanian di Jatim. Kegiatan ekspor tersebut kembali dilakukan seiring dilepasnya komoditas pertanian senilai Rp 28,1 miliar oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Terminal Petikemas Surabaya.
Kegiatan ekspor yang diinisiasi Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian dengan program Ayo Galakkan Ekspor Produk Pertanian oleh Generasi Milenial Bangsa (Agro Gemilang) tersebut menyasar pasar Asia, Afrika dan Eropa (lihat tabel).
Khofifah mengatakan, ekspor ini menjadi bagian penting untuk bisa mendatangkan devisa, sekaligus mendorong penguatan pertumbuhan ekonomi di Jatim. “Ada yang menarik menurut saya daun kelor. Ternyata pangsa pasarnya di Korea Selatan. Kemudian ada plywood, sarang burung walet,” tutur Khofifah, Kamis (21/3) kemarin.
Melihat potensi tersebut, orang nomor satu di Jatim ini terus mendukung dan mendorong ekspor komoditas pertanian Jatim dengan merapatkan barisan serta bersinergi dengan instansi terkait. Khofifah juga ingin mengajak eksportir membangun hubungan yang kuat (strong partnership) dengan UKM dan IKM apalagi di sektor agro. Jadi membangun aliansi antara eksportir dengan petani baik melalui Gapoktan, Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA). Selain itu, antara Balai Besar Karantina di Surabaya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim juga melakukan strong partnership dengan para eksportir dan petani atau sektor yang menjadi komoditas andalan ekspor Jatim.
Menurutnya, sinergi antara komoditas-komoditas unggulan dan andalan yang bisa dimaksimalkan ekspornya dengan tetap memperhatikan petani, pelaku UKM dan IKM perlu mendapat pendampingan. Tujuannya agar mereka bisa menikmati kesejahteraan ketika produknya bisa diekspor. “Banyak petani kita punya produk yang perlu mendapatkan pendampingan untuk bisa disertifikasi supaya memenuhi standar produk yang bisa diekspor,” kata orang nomor satu di Jatim.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan (KKIP) Sujarwanto mengatakan, diperlukan sinergi yang baik dari seluruh pemangku kepentingan untuk mendongkrak ekspor. Potensi dan peluang yang besar dari Provinsi Jatim harus di optimalkan agar bermuara pada kesejateraan petani.
Berdasarkan data sistem otomasi Barantan, sepanjang 2018 telah diterbitkan 40.036 sertifikat kesehatan karantina. Masing-masing terdiri dari 34.279 sertifikat karantina tumbuhan (PC) dan 5.757 sertifikat karantina hewan (HC). Adapun total nilai ekspor komoditas pertanian pada 2018 sebesar Rp 44.036 triliun yang terdiri komoditas tumbuhan Rp 32,9 triliun dan komoditas hewan serta produk hewan Rp. 11,136 triliun.
Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Mussayafak Fauzi menjelaskan, wilayah kerjanya sepanjang tri semester pertama ini telah menerbitkan 9.468 sertifikat kesehatan karantina yang terdiri dari 8.339 PC ke-93 negara dan 1.129 HC ke-39 negara. Masing-masing dengan total nilai ekspor Rp 10,8 triliun yang terdiri dari komoditas tumbuhan Rp 8,95 triliun sedangkan hewan dan produk hewan Rp 1,88 triliun.
Musyafak juga mengungkapkan, satu komoditas unggulan yang ’emerging’ adalah SBW. Produk ini menempati urutan pertama dari sisi jumlah dan nilai ekonomi baik pada 2018 maupun 2019.
Tercatat di triwulan pertama 2019, SBW ekspor asal Jatim berjumlah 4.923, 5 ton dengan nilai Rp. 1,8 triliun. Dan tidak tanggung-tanggung, SBW Jatimpun diterima di 12 negara tujuan ekspor. [tam]

Komoditas yang di Ekspor
Jumlah          Produk                                      Negara Tujuan
60,231 M3    Plywood                                     Singapura
19,1 ton        Kopi                                            Belgia
22,5 ton        Gagang cengkeh                     Kanada
12 Ton          Daun Kelor                                Korea Selatan
81 ton           Margarin                                    Ghana.
25,5 ton       Susu                                           Malaysia
140 ton        Premix                                       Spanyol
19 Ton         Sterilized Kenaf Core Dry     Jepang
34 ton          Bulu Bebek                              Taiwan
130 Ton      Calcium Salt                             Barcelona
300 kg        Sarang Burung Walet             Hongkong

Tags: