Ekspansi Surabaya, Glory Go Laundry Edukasi Warga dengan Self Service

Owner Glory Go Laundry, Gloria Charity saat membantu salah satu kosumen yang mencoba mencuci baju sendiri di gerai ke-3 nya di Patemon Kali Surabaya. [achmad aturiq/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Untuk membantu warga Surabaya khususnya di kawasan Surabaya Barat terhadap layanan cuci baju yang semakin tinggi, Glory Go Laundry dengan cabang ke-3 nya yang berada di Petemon Kali Surabay ini memanfaatkan peluang sekaligus mendukasi warga sekitar dengan layanan self service atau melayani sendiri.
Owner Glory Go Laundry, Gloria Charity mengungkapkan selama ini konsumen yang menggunakan jasa laundry dimanapun hanya menaruh baju kotornya saja di laundry yang dituju. Namun di Glory Go Laundry ini para konsumen bisa mencuci pakaiannya sendiri dan bisa ditunggu.
“Kami mencoba mengedukasi para warga Surabaya melalui Glory Go Laundry ini layaknya laundry-laundry yang ada di luar negeri. Para konsumen cukup menyediakan waktu 1 jam 15 menit pakaian kotornya bisa menjadi bersih, mulai dari 26 menit untuk cuci dan 45 menit ke mesin pengering dengan biaya per 7 kg Rp10 ribu baik untuk cuci dan kering jadi total hanya Rp20 ribu saja yang berupa koin,” terangnya, Minggu (21/4).
Gloria menambahkan dengan edukasi layanan laundry seperti ini ternyata respon dari masyarakat Surabaya sangat bagus sekali terbukti di dua cabang Glory Go Laundry yang ada di daerah Dukuh Kupang dan Banyu Urip Surabaya.
“Hampir setiap hari ada sekitar 60 hingga 80 lot konsumen yang menggunakan jasa Glory Go Laundry, baik di Dukuh Kupang maupun Banyu Urip Surabaya, untuk itu kami berharap dengan hadir di Petemon Kali ini respon masyarakat sekitar juga bagus,” harapnya.
Untuk itu dalam waktu dekat Gloria berencana akan membuka cabang baru lagi di Surabaya. “Dalam 1 tahun ini saja kami sudah membuka tiga cabang dan dalam 5 tahun kami targetkan bisa membuka 50 outlet, jadi per 1,5 bulan akan ada outlet Glory Go Laundry baru,” ujarnya.
Dengan hadirnya Glory Go Laundry ini juga sangat bermanfaat bagi para konsumen dalam hal komplain. Kalau di laundry lain ada barang tertinggal dibaju baik berupa alat maupun uang biasanya tidak kembali bahkan ada baju yang hilang.
“Dengan layanan self service ini konsumen memasukan dan mengeluarkan bajunya sendiri sehingga saat ada barang tertinggal di baju bisa diketahui konsumen secara langsung, sehingga meminimalisir adanya komplain,” katanya.
Bahkan konsumen juga bisa menyesuaikan deterjen maupun pengharum pakaian yang diminati. Bila ingin bersih dan harum konsumen bisa menambahnya dan bila ingin sedang-sedang saja bisa diberikan deterjen maupun pengharum sesuai selera.
“Untuk deterjen maupun pengharumnya bisa membeli di outlet kami, tapi kami juga mempersilahkan bagi konsumen untuk membawa deterjen dan pengharum sesuai dengan seleranya, asalkan deterjen yang dibawa adalah deterjen cair,” jelasnya.
Dengan mengenalkan konsep self services Glory Go Laundry juga mengenalkan konsep mencuci tanpa setrika. Di semua cabang Glory Go Laundry tidak ada layanan setrika, cukup dikeringkan dan dilipat baju akan tampak halus layaknya sudah disetrika.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa sekarang, mencuci tidak perlu menggosok tetapi cukup dengan melipat saat panas. Selain bisa efisiensi waktu, juga hemat biaya. Sementara di Surabaya ini masyarakat belum banyak yang mengetahui, padahal di Jakarta sudah banyak. Kalau di Jakarta bisa, kenapa di Surabaya tidak bisa,” pungkasnya. [riq]

Tags: