Dukung Pengembangan Wisata, Dishub Kabupaten Malang Butuh CCTV

Plt Bupati Malang HM Sanusi saat membuka Sosialisasi Peningkatan Pelayanan Angkutan 2019, yang digelar Dishub Kab Malang di salah satu hotel di wilayah Kec Dau, kabupaten setempat

Kab Malang, Bhirawa
Kabupaten Malang saat ini memiliki tempat wisata cukup banyak, sehingga harus mendapatkan dukungan selain Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), juga harus mendapatkan dukungan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang lainnya. Karena dukungan itu sangat membantu dalam pengembangan parawisata di kabupaten setempat.
Salah satu dukungan untuk meningkatkan pariwisata di Kabupaten Malang, yakni berupa pemasangan kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang ditempatkan diberbagai titik yang menuju lokasi wisata. “Karena kamera CCTV tersebut guna untuk memantau kepadatan kendaraan yang menuju tempat wisata. Sehingga ketika terjadi kepadatan, maka petugas Dinas Perhubungan (Dishub) akan membantu menguarai atau mencarikan jalan alternatif,” kata Kepala Dishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi, Selasa (27/8), disela-sela kegiatan Sosialisasi Peningkatan Pelayanan Angkutan 2019, di salah satu hotel di wilayah Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Menurut dia, dirinya pada 2018 sudah mengajukan pengadaan pemasangan CCTV dilima titik dengan anggaran sebesar Rp 5 miliar, yang nantinya akan kita pasang di wilayah pusat Ibu Kota Kabupaten Malang di wilayah Kepanjen. Sedangkan dari anggaran sebesar itu, akan kita gunakan untuk memasan satu unit tower, room control, dan kamera CCTV, yang nantinya sebagai Acoustic Control and Telemetry System (ACTS). Sedangkan untuk mengoperasikan sistem perangkat tersebut, pihaknya harus berlangganan dengan google.
Selain itu, Hafi melanjutkan, dirinya juga akan mengajukan anggaran untuk pemasangan CCTV di tujuh titik, yang akan kita pasang di lokasi wisata. Hal ini untuk memantau kendaraan yang menuju tempat wisata. Sedangkan anggaran yang kita perlukan sebesar Rp 60 miliar, dan anggaran itu untuk melengkapi sarana dan prasarana. “Pihaknya, sangat butuh kamera CCTV baik untuk kepentingan lalu lintas maupun untuk penunjang peningkatan jumlah wisatawan di Kabupaten Malang,” ujarnya.
Disisi lain, dia juga menyampaikan, jika pihaknya telah memberikan Sosialisasi Peningkatan Pelayanan Angkutan 2019, pada beberapa elemen masyarakat, termasuk juga sopir angkutan umum, yakni dalam rangka menambah wawasan kepada masyarakat. Terutama bagi para pengusaha dibidang Perusahaan Otobus (PO) dan sopir, agar setiap pengemudi angkutan umum dapat lebih meningkatkan disiplin dalam berlalu lintas serta mengedepankan etika dan perilaku dalam berkendara, lebih meningkatkan kualitas layanan utamanya dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan para pengguna angkutan umum, dan turut berperan aktif dalam kampanye sosial agar masyarakat mau menggunakan angkutan umum.
Sedangkan dalam Sosialisasi Peningkat Pelayanan Angkutan Tahun 2019 ini, terang Hafi, kami juga ingin memberikan wawasan PO dan sopir terkait keberadaan pariwisata di Kabupaten Malang, serta memberikan fungsi tambahan angkutan umum yang sebelumnya hanya antar penumpang. Namun sekarang punya peran guide atau pemandu wisata. Hal ini sebagai bentuk upaya dukungan terhadap salah satu program prioritas atau unggulan, yakni peningkatan potensi wisata.
“Dan kami berharap, agar para PO dan sopir angkutan umum semakin mengetahui perkembangan pariwisata berbasis objek wisata alam, budaya, dan religi. Mengingkat Kabupaten Malang ini banyak memiliki destinasi wisata alam,” pungkasnya. [cyn]

Tags: