Dugaan Terlibat Korupsi DBHCT, Ada Desakan Bupati Situbondo Copot Sekda

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Situbondo menggelar aksi demo meminta Sekda Syaifullah dicopot Bupati karena diduga terlibat kasus DBHCT Disnakertrans, Senin (4/2). [sawawi/bhirawa]

Situbondo, Bhirawa
Bupati Situbondo Dadang Wigiarto didesak untuk mencopot Sekda Syaifullah karena diduga terlibat dalam kasus korupsi DBHCT Disnakertrans beberapa tahun silam.
Desakan ini disampaikan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Situbondo saat melakukan aksi demo di halaman Pemkab Situbondo, Senin (4/2).
Bahkan di sela demo tersebut mahasiswa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat melakukan unjuk rasa pengusutan tuntas dugaan korupsi Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) di depan kantor Pemkab Situbondo.
Pengamatan Bhirawa, aksi kericuhan terjadi saat pengunjuk rasa dan aparat kepolisian yang menjaga kemanan dalam aksi mahasiswa terkait dugaan korupsi DBHCT tahun anggaran 2015 yang menyeret mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kusnin dan satu ASN serta dua kontraktor setempat.
Bentrokan tak terelakkan saat pendemo meminta untuk menemui Bupati Situbondo dan Sekretaris Daerah Pemkab Situbondo, namun keduanya tidak berada ditempat.
Karena tak segera ditemui, pendemo awalnya terlibat aksi dorong dan bahkan seorang mahasiswa mengaku terkena pukulan aparat kepolisian. Kericuhan pun tak dapat terelakkan. Karena tak puas, sebagian mahasiswa juga melempar papan nama Pemkab Situbondo menggunakan tomat yang merupakan simbol kekecewaan pendemo yang tidak ditemui Sekda dan Bupati Situbondo.
Kericuhan pendemo dan aparat kepolisan mereda beberapa menit kemudian, setelah polisi mengamankan salah seorang pria yang ditengarai sebagai penyusup aksi demo.
Setelah itu, beberapa perwakilan pendemo diminta masuk ke Kantor Pemkab Situbondo, namun mahasiswa hanya ditemui Asisten 1 Pemkab Situbondo Agus Fauzi.
“Kami ingin Kabupaten Situbondo ini bersih dari koruptor. Untuk itu kami meminta kasus dugaan korupsi DBHCT harus segera diusut tuntas,” teriak Jufaldi, koordinator aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemkab Situbondo.
Dalam tuntutan tertulisnya, mahasiswa PC PMII Situbondo, meminta Bupati Situbondo untuk mencopot Sekretaris Daerah (Sekda) dan pejabat lain jika terbukti terlibat dalam kasus dugaan korupsi DBHCT.
Kata Jufaidi, Bupati Dadang wajib mendukung penyidik kejaksaan dalam pemeriksaan kasus DBHCT terhadap pejabat lain. “Kami juga meminta Sekda untuk mengklarifikasi isu terkait keterlibatannya dalam kasus DBHCT ini,” imbuh Jufaidi.
Usai perwakilan mahasiswa ditemui Asisten 1 Pemkab Situbondo, para pendemo membubarkan diri dan melanjutkan unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri Situbondo.
Dikabarkan sebelumnya, Kusnin, mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Situbondo, menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi DBHCT tahun anggaran 2015 mengungkapkan pernah menyerahkan uang Rp150 juta kepada seseorang di ruang kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo.
Kusnin melalui Kuasa Hukumnya, Usman SH mengatakan pada sidang agenda mendengarkan saksi-saksi hari Senin (21/1) di Pengadilan Tipikor Surabaya, Sekda Kabupaten Situbondo (Syaifullah) memberikan kesaksian di luar pokok perkara dugaan korupsi DBHCT.
Akan tetapi, lanjut Usman, sebagai saksi penyerahan uang Rp 150 juta kepada sesorang berinisial AG di ruang Sekda, Syaifullah menyangkal dan mengaku tidak tahu terkait penyerahan uang tersebut.
“Sekda mengaku tidak tahu soal penyerahan uang ratusan juta oleh terdakwa kepada seseorang berinisial AG di ruang kerjanya,” ungkap Usman.
Padahal, lanjut Usman SH, dalam berita acara pemeriksaan (BAP) penyidik Polres Situbondo, pria berinisial AG yang menerima uang Rp 150 juta mengakuinya, namun dalam kesaksiannya di persidangan memungkiri.
“Dalam BAP penyidik kepolisian, AG yang disebut penerima uang dari terdakwa Rp 150 juta mengakuinya. Bahwa saat ada dalam ruangan itu selain ada saksi (Sekda Syaifullah) juag ada pria berinisial AG serta dua pejabat lain,” kata Usman SH.
Sementara itu dalam fakta persidangan terungkap terdakwa Kusnin menyerahkan uang ratusan juta di ruang Sekda Syaifullah direncanakan untuk mengembalikan adanya kerugian negara. [awi]

Tags: