Dugaan Kasus Penculikan Pengusaha Slompretan Surabaya Berujung Perdamaian

Jeffry Simatupang, pengacara pihak terlapor dan Khairunnisa Indriyani, anak angkat pelapor melakukan perdamaian, Sabtu (25/5) malam. [abednego/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Kasus dugaan penculikan pengusaha yang memiliki toko di Jl Slompretan, Bongkaran, Pabean Cantikan, Aspin Gutomo (67) yang sempat menghebohkan Surabaya, berujung perdamaian antar kedua belah pihak. Pihak korban dan yang dilaporkan sebagai penculik, membuat kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
Sebelumnya warga Dharma Husada Indah Utama, Mulyorejo, Surabaya itu melaporkan ke Polda Jatim atas apa yang dia alami. Laporan itu tertuang dalam LPB/336/IV/2019/UM/SPKT tertanggal 27 April 2019, dengan terlapor David Hariyanto Lukito. Dalam laporan itu, korban melaporkan David dengan tuduhan pidana penculikan dan pemerasan.
Jeffry Simatupang, pengacara David Hariyanto Lukito, yang dilaporkan Polisi sebagai terduga penculik, mengaku telah membuat kesepakan dengan pihak keluarga Aspin Gutomo, korban penculikan. Pihaknya menyatakan, kliennya mengakui bahwa telah terjadi kesalahpahaman antara pihaknya dengan korban.
Tak hanya itu, sambung Jefrry, pihaknya juga mengakui jika sebenarnya persoalan tersebut tidak ada hubungannya denga korban. “Jadi yang sebenarnya punya persoalan itu adalah pak David dengan mantan menantu pak Aspin yang bernama David Herlambang,” kata Jefrry, Sabtu (25/5) malam.
Pihaknya menambahkan, perkara ini bermula saat kliennya, David Hariyanto Lukito memberi pinjaman pada David Herlambang. David Herlambang adalah bekas menantu dari Aspin Gutomo. Hutang tersebut nilainya mencapai Rp 4,1 miliar. Namun, sekian lama hutang tersebut tak kunjung dibayar. David Hariyanto Lukito pun habis kesabaran dan berencana menagih hutang itu pada David Herlambang.
David Hariyanto Lukito mengetahui bahwa David Herlambang tinggal di Toko 17 jalan Slompretan 69, Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantikan, milik Aspin Gutomo. Saat ke toko kain tersebut, David Lukito meminta bawahannya mencari David Herlambang. Sayangnya, yang dicari tidak ada. Sebaliknya, yang ditemukan di toko itu hanya Aspin. Akhirnya Aspin dibawa.
“Ya memang dia (Aspin) kami bawa dan tidak ada penganiayaan seperti yang ada dalam laporan. Jadi sebenarnya hanya salah sasaran,” jelas Jeffry.
Sementara itu, anak angkat Aspin Gutomo, Khairunnisa Indriyani membenarkan bahwa ayah angkatnya itu tidak ada masalah utang piutang dengan David Lukito. David Herlambang sendiri kini sudah berstatus mantan menantu dari Aspin Gutomo.
Selain itu, pihaknya juga membenarkan bahwa tidak ada penganiayaan seperti yang ada dalam laporan. Dan dalam kasus ini pihaknya juga menginginkan adanya pengembalian nama baik dari ayah angkatnya, yakni Aspin Gutomo.
“Kami sepakati adanya perdamaian, dan akan kami cabut laporan ke Polda Jatim,” ungkapnya. [bed]

Tags: