Dubes Jerman Kunjungi Pengolahan Sampah Terpadu 3R di Sidoarjo

Wakil Bupati, Nur Ahmad Syaifuddin mendampingi rombongan Dubes Jerman di TPST 3R. [achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Pemkab Sidoarjo dalam proses membangun TPA Sanitary Landfill di Desa Kupang, Kec Jabon, hasil kerjasama antara pemerintah pusat dan pemerintah Jerman. Untuk memastikan sampah dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) benar – benar diolah secara maksimal, pada Kamis (25/4) Duta Besar Jerman meninjau TPST Percontohan.
Tutuk Eka Wati Team Leader KFW selaku konsultan pembangunan TPA Sanitari mendampingi kunjungan Duta besar Jerman ke TPA Jabon dan TPST Keboan Sikep. Kini TPA sedang dalam proses konstruksi dan sudah selesai 35%.
”Tugas KFW untuk meningkatkan kapasistas dari pengelolanya, mulai dari kesadaran masyarakat untuk memilah sampah mulai dari rumah kerjasama dengan waste4change hingga manajemen pengelolaannya,” jelas Tutuk.
KFW bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan di Kab Sidoarjo. Tujuannya mengimplementasikan regulasi pemerintah yang menyatakan bahwa sampah yang masuk ke TPA tinggal 30% pada tahun 2025.
Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin mengungkapkan, pembangunan TPA Sanitary Landfill bantuan dari pusat sangat luar biasa, maka harus mencukupi. Disamping itu juga menginginkan teknologi pengelolaan sampah yang bagus. ”Kalau nanti TPA Sanitary Landfill sudah siap, maka armada angkut sampahnya juga harus Siap,” jelas Nur Ahmad.
”Jumlah TPS se- Sidoarjo 136, dan memang idealnya setiap desa mempunyai satu TPS maupun TPST,” ungkap Sigit Setyawan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo menambahkan.
Menurutnya kalau TPST 3R ini baru satu desa yang ada proses komposting. Selama ini kalau dihitung rata – rata ada 50% penguraangan samapah yang masuk ke TPA. Kedepan harus bisa meningkatkan teknologinya, bagaimana nanti bisa sampai habis di tingkat TPST. ”Sekarang kami sedang menyiapkan regulasi pengurangan sampah plastik, tapi bentuknya Perbub, mungkin tahun depan diusulkan Perdanya,” jelas Sigit. [ach]

Tags: