Dua Sekolah Kebanjiran, Satu RA Diliburkan

Banjir yang menggenangi MI dan RA Miftakhul Ulum, Sapon, Jembatan, Kesamben, Jombang, Kamis pagi (2/5). [Arif Yulianto]

Jombang, Bhirawa
Banjir yang melanda Dusun Sapon, Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang pada Selasa malam (30/4) hingga Kamis pagi (2/5) terpantau masih menggenangi Jalan Raya Kesamben-Sentul dan sebagian rumah di dusun tersebut. Bahkan, dua sekolah di daerah itu yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Raudhatul Athfal (RA) Miftakhul Ulum, Sapon, Jombatan, Kesamben, Jombang juga tak luput dari banjir.
Satu diantaranya yakni, RA Miftakhul Ulum dengan jumlah siswa sebanyak 33 anak terpaksa diliburkan oleh pihak sekolah karena ruangan tempat para siswa belajar tergenang air setinggi sekitar 20 centimeter.
Kepala sekolah RA setempat, Rofiatus Sa’diyah menuturkan, banjir terjadi pada Selasa malam (30/4). Banjir terjadi ditengarai akibat dari hujan deras semalaman sehingga air sungai di sebelah utara dusun tak mampu menampung besarnya debit air dan meluber hingga ke pemukiman serta sekolah.
“Baru kali ini (air masuk ruang sekolah), selama saya mengajar baru kali ini,” katanya kepada media ini.
Selain ruang kelas, ia menambahkan, ruang kantor RA tempatnya bekerja juga kondisinya sama. Air juga telah menggenangi ruangan kantor dan halaman sekolah. Hanya ruang kelas B dan MCK yang tidak tergenang air. Ditanya lebih lanjut adakah berkas-berkas penting sekolah yang hanyut terbawa air, ia menjawab, air yang masuk ruangan kelas dan kantor tidak sampai menghanyutkan arsip-arsip penting. Hanya saja ada buku-buku LKS yang sudah tidak terpakai basah terkena air. “Buku LKS yang sudah dipakai yang di bawah lemari, kemasukan air,” tuturnya.
Kepala MI Miftkhul Ulum, H. Heri menambahkan, meski halaman sekolahnya tergenang banjir setinggi lutut, namun pihaknya belum meliburkan proses belajar mengajar karena seluruh ruang kelas masih aman dari banjir karena letaknya agak tinggi daripada halaman. “Karena kelasnya tinggi, kalau dulu sempat masuk. Cuma ruang kantor saja yang tergenang air,” terang H. Heri.
Sementara itu, berdasarkan data dari Kementrian Agama (Kemenag) Jombang, terdapat tiga sekolah MI yang terdampak banjir di Kabupaten Jombang yakni, MI Miftakhul Ulum, Sapon, Jombatan, Kesamben, MI Arrohmah, Betek, Mojoagung, dan MI Al Mursyidah, Mancilan, Mojoagung, Jombang.
Kasi Pendma Kemenag Jombang, Arif Hidayatullah saat dikonfirmasi lewat sambungan Telepon Selulernya menjelaskan, untuk MI Sapon, Jombatan, Kesamben dia membenarkan pihak sekolah memang belum meliburkan, namun ada kebijakan yang di ambil untuk memulangkan siswanya setengah hari.
“Namun jika besok belum surut, nanti kita buatkan surat libur sementara karena situasi banjir,” kata Arif. [rif]

Tags: