Dua Desa di Bojonegoro Terancam Tak Bisa Cairkan Dana Desa

Djuono Poerwiyanto

Bojonegoro,Bhirawa
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro, menyebutkan pencairan dana desa untuk dua desa terancam tidak bisa dicairkan. Dikarenakan tersandung masalah hukum.
Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Djuono Poerwiyanto, kemarin (22/9) mengatakan, kedua desa yang belum mencairkan DD tahap ke tiga ialah desa Sumberejo, Kecamatan Malo dan desa Glagahwangi, Kecamatan Sugihwaras.
” Kedua desa belum mencairkan DD, dikarenakan dua kades telah ditahan dengan dugaan menyalahgunakan Dana Desa (DD), yakni Kepala Desa Sumberejo Kecamatan Malo dan Kepala Desa Glagahwangi,Kecamatan Sugihwaras,” katanya.
Djuono menjelaskan, saat pencairan DD itu yang berhak menandatangani adalah Pj. kepala desa, sehingga bila kades ditahan harus diberhentikan sementara, dan harus segera mengusulkan Pj. kepala desa kepada Bupati, agar DD bisa dicairkan.
“Kalau Plt kepala desa tidak punya kewenangan untuk tanda tangan pencairan DD, harus Pj,” terang Djuono.
Lanjut Djuono, selain itu untuk pencairan DD pihak desa juga harus menyertakan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Dana Desa atau Alokasi Dana Desa (ADD) yang telah digunakan, dan saat ini DD maupun ADD sudah masuk tahap tiga.
Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro, M. Ibnu Soeyuti mengatakan, untuk ADD maupun DD sudah siap dan bisa dicairkan oleh masing-masing desa, namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, salah satunya LPJ penggunaan DD maupun ADD yang telah digunakan oleh desa.
“Kalau syarat-syarat sudah dipenuhi, pastinya bisa segera cair,” pungkasnya. [bas]

Tags: