DPRD Jatim Dukung Percepatan Pembangunan Kereta Gantung di TNBTS

Foto: ilustrasi

DPRD Jatim, Bhirawa
DPRD Jatim merespon positif terkait upaya percepatan pembangunan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berupa kereta gantung oleh Pemprov Jatim. Dengan adanya kereta gantung bakal memanjakan wisatawan yang ingin melihat sunrise di puncak Penanjakan, Bromo.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi E DPRD Jatim, Agus Dono Wibawanto kepada Bhirawa, Kamis (11/7) kemarin. Menurutnya, Wacana Gubernur Jatim terkait dengan persoalan pariwisata itu sangat penting dan harus didukung. Sebab, masuknya investasi di Jatim akan mendorong perekonomian di wilayah tersebut.
“DPRD Jatim tentunya mendukung, karena kalau ada investasi pasti ada pertumbuhan. Tapi, pertumbuhan itu harus tetap ditata. Artinya, pertumbuhan itu harus bisa dirasakan oleh masyarakat dan investasi tersebut ramah terhadap masyarakat juga,” katanya.
Politisi asal Partai Demokrat ini menjelaskan, nantinya semua stakeholder bukan hanya berpikir pariwisatanya saja, melainkan kepentingan masyarakat yang ada di daerah tersebut. Salah satunya adalah bagaimana tingkat II dan Provinsi juga ada pengungkit anggaran yang CSR (Corporate Social Responsibility)juga diterimakan oleh masyarakat sekitar. “Dengan begitu, nantinya investasi yang masuk itu berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah yang ada,” jelasnya.
Agus Dono menegaskan, jangan sampai nantinya pembangunan tersebut terkesan investasi hanya kepentingan coorporate saja. Menurut dia, masyarakat juga harus diakomodasi. “Ini sesuatu yang sangat penting. Investor sejak awal harus dikasih tahu terkait program-program yang akan dia salurkan, harus benar-benar mencerminkan rasa keadilan masyarakat,” terangnya.
Menurut Ketua Fraksi Demokrat ini, investasi ini harus didukung penuh. Sebab, ini merupakan penetrasi Gubernur terhadap pariwisata yang ada di Jatim. “Terus terang, program-program Gubernur terutama infrastruktur, transportasi dan juga kawasan perekonomiannya perlu didukung secara maksimal,” imbuhnya.
Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parwansa menyampaikan, usulan tersebut telah disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo dalam rapat terbatas di Istana Bogor, Selasa 8 Juli lalu. Ia berharap pembangunan kereta gantung ini segera dilakukan.
“Memang opsi yang strategis biar tidak desak-desakan. Kan itu naik ke Penanjakan kalau mau lihat sunrise. Ini akan di masukkan rencana cabble car supaya yang bisa lihat sunrise lebih mudah,” ujar Khofifah usai ditemui di DPRD Jatim, Rabu (10/7) lalu.
Awal pembiayaan, gubernur mengaku telah ada investor asal Swiss yang siap menyuntikkan dana pembangunan kereta gantung. Sebagai negara dengan kontur wilayah pegunungan memiliki pengalaman membangun kereta gantung. “Swiss punya pengalaman cukup advanced untuk kereta gantung. Memang opsi yang strategis itu biar tidak desek-desakan. Ketika mau melihat sunrise,” ungkapnya.
Gubernur Khofifah melihat, selama ini wisatawan yang ingin melihat matahari terbit harus berangkat pukul 02.00 dini hari. Sedangkan akses jalannya sangat kecil untuk menuju ke puncak Penanjakan. Dengan adanya kereta gantung diharapkan bisa mengurai antrean yang biasanya mengular.
Kemudian, imbuh Khofifah juga menyiapkan opsi-opsi tambahan yang bisa memudahkan akses bagi wisatawan untuk ke Bromo. Diantaranya adalah perluasan dan pendalaman pelabuhan Tanjung Tembaga di Probolinggo. Sebab, saat ini kapal pesiar The Cruise cukup sering singgah di pelabuhan tersebut. [geh]

Tags: