Dorong Ahli Waris Registrasi Ulang, Makam Over Target di Pasuruan

Petugas makam dari Kepala UPT Pemakaman membersihkan makam di TPU Gadingrejo, Kota Pasuruan, Kamis (14/3).

Pasuruan, Bhirawa
Upaya Pemkot Pasuruan dalam hal mendorong ahli waris melakukan registrasi makam menuai hasil. Terbukti, pendapatan Pemkot Pasuruan dari sektor retribusi makam di beberapa tempat pemakaman umum (TPU) melebihi target.
Sepanjang tahun 2018 lalu, retribusi yang dihasilkan dari sektor makam berhasil menyumbang Rp 44 juta ke dalam kas daerah.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pasuruan, Dyah Ermitasari melalui Kepala UPT Pemakaman, Wisnu Bagya Winarsa menyampaikan target retribusi pengelolaan makam untuk tahun 2018 sebesar Rp 29 juta. Sedangkan realiasasi pendapatannya sudah melampaui 100 persen, yakni mencapai Rp 44 juta.
“Pendapatan retribusi makam melampaui target hingga 100 persen karena upaya penertiban dalam hal penarikan terhadap potensi yang belum terdata. Termasuk juga, kami tetap mendorong agar ahli waris segera melakukan registrasi ulang,” ujar Wisnu Bagya Winarsa, Kamis (14/3).
Besaran pendapatan itu, lanjut Wisnu diperoleh dari lima TPU yang dikelola Pemkot Pasuruan. Antara lain TPU Purut I, TPU Purut II, TPU Bugul Kidul, TPU Gadingrejo, Makam Kristen Temenggungan dan Makam Cina (Bong).
“Retribusi TPU Bugul Kidul terealisasi sebesar Rp 8,2 juta, TPU Purut I sebesar Rp 5,8 juta, TPU Purut II sebesar Rp 6,8 juta dengan target retribusi dari tiga TPU itu sebesar Rp 4,5 juta. Untuk TPU Temenggungan dengan target Rp 2 juta terealisasi Rp 2,8 juta. Yang terbesar adalah TPU Gadingrejo yang ditarget Rp 13,5 juta dan terealisasi Rp 20,3 juta,” tandas Wisnu Bagya Winarsa.
Pihaknya selalu optimis pendapatan daerah dari sektor makam itu akan selalu bertambah seperti tahun sebelumnya. Setiap makam ditarik retribusi sebesar Rp 50 ribu untuk lima tahun.
“Upaya pendataan ahli waris terus kami lakukan. Termasuk pula mendorong agar ahli waris untuk melakukan registrasi ulang. Terutama nanti saat awal Ramadan dan mendekati lebaran Idul Fitri petugas kami jemput bola ke makam, karena di momen itu biasanya ahli waris bertakjiah ke makam keluarganya,” imbuh Wisnu Bagya Winarsa. [hil]

Tags: