DKP Olah Sampah Jadi Gas Metan – Minyak Tanah

??????????Kota Madiun, Bhirawa
Dalam upaya pemusnahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Keluhan /Kecamatan Manguharjo Kota Madiun, sekitar  300 M3 sampah setiap harinya,, Pemkot Madiun melalui Dinas Kebersihan Pertamanan  (DKP), berhasil mengolah sampah menjadi gas metan (semacam gas elpiji. Red) dan minyak tanah yang disalurkan ke 195 kepala keluarga (KK) di sekitar TPA (baca Bhirawa, Selasa 24/3).
Penggunaan gas metan  dari DKP kepada  warga sekitar TPA sampah di  Manguharjo itu, pemanfaatan pengolahan sampah 300 M3 atau sekitar 100 ton sampah setiap harinya itu, merupakan terobosan  dalam rangka penilaian Tim Adipura tahun 2015. Meski sebenarnya ada  kendala  yakni adanya penggalian tanah untuk tanam kabel Telkom di beberapa jalan protokol, namun masih bisa diatasinya.
“Masalahnya, meski Kota Madiun telah 9 kali berturut-turut meraih penghargaan Adipura. Bahkan yang tiga kali sudah meraih Adipura Kecana, namun kami (DKP) Kota Madiun tetap berupaya mempertahannya penghargaan Adipura Kecana tersebut, salah satunya  mengadakan terobosan membuat gas metan  dan minyak tanah yang hasilnya diberikan kepada warga sekitar TPA secara gratis,” kata Ir. Suwarno, MM, Kepala DKP Kota Madiun kepada Bhirawa Rabu (1/4).
Menurut Ir. Suwarno, sekarang ini Tim Penilaian Adipura tahap I telah dimulainya. Untuk itu, pihak kini terngah berbenah diri. Di anatarnya mengadakan pemotongan pohon-pohon yang rimbun yang dinilai rawan tumbang dikala hujan tiba. Kegiatan lainnya mengadakan pengecatan ke pohon-pohon di jalan protokol termasuk membersihkan rumput yang tumbuh di sempadan pembatas  jalan. Misalnya, di jalan Mastrip, jalan Panglima Sudirman, jalan Agus Salim dan jalan Urip Sumoharjo.
Dikatakan oleh Suwarno, demi keindahan jalan dan pemandangan di Kota Madiun sekarang ini telah ada pelarangan pemotongan pohon bagi siapaun termasuk pihak lain yakni PLN. Karena selama ini PLN dengan dalih untuk tidak menggangu jaringan listriknya, biasanya dengan mudahnya melakukan pemotongan ranting pohon dimana itu ada jaringan tengan rendah (JTR) maupun jaringan tegangan tinggi (JTT).
“Sekarang tidak lagi semudah dulu dengan enaknya memotong ranting maupun pohon yang dianggap menggangu JTR dan JTT.  Tetapi sekarng pihak PLN harus terlebih dahulu mengajukan surat ijin kepada Pemkot Madiun. Lho ini beneran, karena  ini, sudah ada surat edaran dari Wali Kota Madiun perihal pelarangan pemotongan pohon dan ranting  di jalan protokol di Kota Madiun,” papar Suwarno menginformasikan.
Ditanya adakah anggaran khusus kepada DKP Kota Madiun dalam rangka upayanya mempertahankan penghargaan bergengsi berupa Adipura Kencana 2015 ini. Spontan Suwarno yang sudah empat tahun menjabat Kepala DKP Kota Madiun ini mengatakan, kalau soal anggaran khusu penilaian Adipura Kencana 2015 di Kota Madiun tidak ada anggarannya. “Tetapi yang ada anggaran rutin setiap tahunnya yang nilainya tidak begitu besar itu,” ungkap Suwarno tanpa menyebutkan anggaran rutin DKP Kota Madiun setiap tahunnya itu.
Meski anggaran rutin DKP Kota Madiun minim lanjut dia, namun tidak menyurutkan dirinya dalam melaksanakan tugas sehari-harinya menangani sampah yang setiap harinya mencapai 300 M3 atau 100 ton sampah berbagai jenis tersebut.
Sampah-sampah itu dari 27 kelurahan tersebar di tiga kecamatan itu diangkut sepuluh truk pengangkut sampah dijadikan satu di TPA Manguharjo untuk diolah menjadi gas metan dan minyak tanah  yang hasilnya diberikan kepada warga sekitar TPA Manguharjo secara gratis. [dar]

Tags: