Disperindag Lamongan Dorong Potensi Desa Lewat IKM Berbasis Agro

Kepala Disperindag Lamongan Zamroni saat di Balai Desa Kembangbahu,Kecamatan Kembangbahu Lamongan dalam pembinaan dan penumbuhan IKM berbasis Agro.(Alimun Hakim/Bhirawa).

Lamongan, Bhirawa
Dinas Perindutrian dan Perdagangan Lamongan terus Lakukan pembinaan dan penumbuhan IKM berbasis Agro, Kali ini di lakukan di Desa Karangbinangun, Kecamatan Karangbinangun Lamongan. Kepala Disperindag Lamongan Zamroni mengatakan,Pembinaan dan Penumbuhan IKM berbasis Agro mensuport desa-desa yang ada di Lamongan. “Dari 474 desa, ada 50 desa disuport untuk kegiatan IKM berbasis Agro ini,” terang Zamroni , Rabu (7/8).
Zamroni menjelaskan,Perlu ada inovasi, apalagi Lamongan saat ini sedang getul fokus menumbuhkan wira usaha.Produk diharapkan nantinya memikiki mutu yang baik. “Ingin ada satu produk unggulan, one village one produk. Jadi agar bisa mencitpatkan produk unggulan dari masing-masing desa,” jelas Zamroni.
Ia menambahkan, Dorongan pemerintah desa sangat penting. Kegiatan pelatihan saja tidak cukup, kedepan akan diarahkan ke kemasan dan legalitas usaha. “Produk-produk keseluruhan akan menjadi icon daerah.Disperindag akan membantu,Ada banyak desa yang sudah dilatih,dengan harapan besar produk bisa bersaing dengan produk daerah lain dengan memperhatikan kemasan tentunya yang tak kalah penting,” tutur Zamroni.
Pihaknya juga menginginkan, kerja sama dengan Bumdes, dan Bumdes terus membantu apa yang dilakukan oleh ibu-ibu di desa. Membangun kerajaan wira usaha yang terus didorong sehingga ibu-ibu bisa menciptakan ekonomi produktif. Disperidag akan memantau membamtu, agar ibu-ibu bisa lebih luas dalam memasarkannya,” ungkapnya.
Terpisah, Sugianto Kepala Desa Karangbinangun mengungkapkan potensi yang ada di desanya ada sekitar 15 orang dengan produksi berbeda-beda, ada bandeng otak-otak, kemplang, telur asap, kerupuk, sari kedelai, Pop Corn dan lain-lain.
Selain itu, lanjut dia, Ada juga Blewah, namun Sugianto menegaskan, sorgum menjadi unggulan di desanya. “Olahan Sorgum yang dijadikan Pop cookies sorgum, dan cendol sorgum menjadi unggulan kami. Ada 2 Hektar lahan tegal yang sudah kita siapkan. Kita tanam setelah garbis. Dan bisa dua kali panen dengan catatan cukup air,” kata Sugianto.
Disinggung untuk durasi waktunya, Sugianto msngungkapkan, Waktunya sekitar tiga bulan dengan total produksi 5 ton dan harganya 45.000 per Gantang. Sementara itu, produk sorgum juga dibenarkan oleh Abdul Halim, Koordinator Desa KKN-BBM Unisla, Kelompok 24, menyebut, hasil panen sorgum di Desa Karangbinangun sangat melimpah ruah. “Karena potensi dari Desa Karangbinangun ini ada sorgum dan blewah,” ujarnya.
Melihat itu, Ia dan rekan-rekannya, memberdayakan ibu-ibu rumah tangga Desa Karangbinangun, untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari mengolah sorgum. “Kita berpikir bagaimana caranya masyarakat sini bisa menikmati sorgum garbis meskipun tidak sedang musimnya,” tuturnya. [mb9,yit]

Tags: