Dispar Situbondo Gelar BSC 2018 Bertema Religius ‘The Jewel Of Arsy’

Salah Satu atraksi peserta Best Situbondo Carnival (BSC) 2018 mengikuti sesi penilaian tim juri di pendopo Kabupaten. Tahun ini BSC mengangkat tema religius sesuai dengan ikon Kota Santri Situbondo. [sawawi/bhirawa]

Situbondo, Bhirawa
Ajang BSC (Best Situbondo Carnival) tahun 2018 ini sudah memasuki tahun ke-5. Dinas Pariwisata sebagai penyelenggara, tiap tahun selalu mengambil tema yang berbeda beda dan unik. Sebelumnya pernah mengusung tema kekayaan laut Situbondo, kekayaan hutan dan saat ini mengusung tema keagamaan (religius) masyarakat Kota Santri Situbondo. BSC yang merupakan satu bagian ajang promosi wisata tersebut, mulai memasuki sesi penilaian tim juri yang dilakukan di pendopo Kabupaten Situbondo baru baru ini.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo, Sofwan Hadi, mengatakan, pihaknya sepakat mengusung tema BSC tahun 2018 dengan ikon The Jewel Of Arsy, karena mayoritas masyarakat Situbondo adalah muslim. Bahkan, kata mantan Asisten II Setdakab Situbondo itu, Kota Situbondo kini dikenal dengan nama Kota Bumi Salawat Nariyah. “Jadi sangat serasi kalau mengangkat ajang promosi wisata dengan tema tema keagamaan,” papar Sofwan Hadi belum lama ini.
Mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Situbondo itu menambahkan, dalam tema religius itu setiap peserta banyak menampilkan berbagai jenis kostum yang menarik. Di antaranya, sebut Sofwan, berkostum salju, vulkano, gunung dan hujan.
Tema The Jewel Of Arsy ini, urai Sofwan, sarat mengandung makna permata keagungan Tuhan. “Jadi ada kesesuaian dari pemakaian kostum peserta, karena semua itu merupakan bagian dari kebesaran dan keagungan Tuhan,” tegas Sofwan seraya mengakui kostum mayoritas peserta mengandung nilai nilai keagamaan.
Sofwan menegaskan, tema The Jewel Of Arsy sebenarnya banyak mengacu pada muatan lokal dan kekayaan ragam Kota Situbondo yang notabene sangat religius. Apalagi, tambahnya, Situbondo sejak lama sudah dikenal di tanah air sebagai salah satu daerah di Provinsi Jawa Timur yang banyak berdiri pondok pesantren.
Dengan berbekal itu, sambung Sofwan, ikut berkembang juga pengajian pengajian Salawat Nariyah mulai dari pelosok desa hingga sampai perkotaan. “Jadi sangat pas sekali tema kostum BSC tahun ini,” terang mantan Staf Ahli Bupati itu.
Untuk seleksi BSC tahun 2018 diikuti sedikitnya 120 peserta dengan seleksi akhir akan diambli 5 peserta terbaik. Para pemenang nanti akan diikutkan dalam puncaka parade BSC atau grand show, pada Sabtu (1/12) mendatang yang bakal digelar di sepanjang jalan protokol Kota Situbondo.
“Yang akan dinilai oleh tim juri dan berhak menjadi pemenang adalah para peserta yang memiliki kostum unik, penampilan menarik serta memiliki make up yang bagus. Namun semua yang menentukan adalah tim juri,” pungkas Sofwan Hadi. [awi]

Tags: