Disnak Keswan Kabupaten Probolinggo Sidak Penggilingan Daging

Petugas Disnak Probolinggo sidak penggilingan daging.

(Merebak Isu Bakso Campur Daging Celeng)

Pemkab Probolinggo, Bhirawa
Rumor bakso berbahan baku daging celeng bercampur daging sapi membuat resah masyarakat. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Probolinggo pun mengambil sampel daging di sejumlah pasar tradisional. Sekaligus melakukan sidak ke tempat penggilingan daging yang ada di daerahnya.
Petugas Disnak Keswan mengambil sampel daging di pasar Bucor, Kecamatan Pakuniran dan pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan. Selain petugas Disnak Keswan, ada juga petugas UPT Laboratorium Keswan Malang dan koordinator pasar. Di 2 lokasi ini, petugas mengambil 10 sampel daging sapi, 20 sampel daging ayam, 20 sampel bakso, 5 sampel cecek dan 3 sampel produk olahan daging. Sampel itu diambil dari lapak pedagang daging sapi dan ayam.
“Kami melakukan pengawasan terhadap peredaran bahan pangan asal hewan yang tidak layak dikonsumsi masyarakat di pasar tradisional. Cara dengan pengambilan sampel bahan pangan asal hewan,” kata Kasi Kesmavet drh. Nikolas Nuryulianto mewakili Kepala Disnak Keswan Endang Sri Wahyuni, Rabu 13/3.
Selain di lapak pedagang daging sapi dan ayam, petugas juga mengambil sampel di tempat penggilingan daging. Yakni di wilayah Kecamatan Pakuniran. Serta mengambil sampel daging yang digunakan oleh UKM produk olahan berupa abon sapi dan ayam serta krupuk kulit ayam di Kecamatan Pajarakan.
Sampel-sampel itu, akan diuji di Laboratorium Keswan Malang. Untuk mengetahui kandungan formalin, boraks tpc, almonella, collyform dan staphilococcus. Hasilnya bisa diketahui sebulan mendatang, ujarnya.
“Hasil uji lab ini, akan diberikan kepada para pelaku yang menjual bahan pangan asal hewan agar bisa dipajang di kios masing-masing. Sehingga konsumen tidak lagi ragu untuk membeli di tempat tersebut,” terang Niko.
Ia mengatakan intensitas pengawasan dilakukan sesuai dengan UU nomor 18/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Serta Peraturan Pemerintah nomor 95/2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan. Tujuannya untuk memberikan rasa aman bagi warga saat mengkonsumsi daging.
“Kami akan selalu mengadakan pengawasan, pemeriksaan dan pembinaan kepada para pemilik kios daging di pasar tradisional secara berkala, dengan harapan bahan pangan asal hewan yang beredar di masyarakat layak untuk dikonsumsi. Tanpa harus kuatir ada pencampuran daging sapi dengan daging anjing maupun celeng,” tegas Niko.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Probolinggo terus mewaspadai peredaran daging anjing di pasar tradisional, yang sebelunya juga merebak di pasaran. Dari hasil Sejauh ini, tidak ditemukan daging anjing.
Lebih lanjut Nikolas mengatakan, pengawasan dilakukan setelah ada surat edaran untuk mewaspadai peredaran daging anjing dan daging celeng di pasar tradisional. Surat edaran yang turun bulan lalu itu, berasal dari Kementerian Pertanian dan Dinas Peternakan Jawa Timur, tuturnya.
“Begitu ada surat edaran, kami langsung melakukan pengawasan dan turun ke pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Probolinggo sejak bulan lalu. Mulai dari wilayah barat hingga timur,” terangnya.
Dari hasil sementara, lanjut Nikolas, tidak ditemukan peredaran daging anjing di pasar tradisional kabupaten. Menurutnya, Probolinggo aman dari peredaran daging anjing. Sehingga, masyarakat diminta tidak takut. Namun, tentunya harus tetap waspada. “Aman. Kami tidak menemukan daging anjing. Tetapi, harus tetap waspada,” terangnya.
“Meskipun kami tidak bisa menindak, namun kami tidak mau kecolongan. Kami akan terus melakukan pengawasan agar daging anjing maupun daging celeng yang terus merebak ini tidak sampai masuk ke Probolinggo. Sebab, penjualannya kan dicampur,” tambahnya.(Wap)

Tags: