Diskan Kabupaten Probolinggo Tebar Ribuan Bibit Ikan Kerapu

Budidaya ikan di laut Gili Ketang terus berkembang.

(Budidaya Ikan Laut Gili Ketapang Terus Berkembang)

Pemkab Probolinggo, Bhirawa
Tim Pengawasan Sumberdaya Perikanan dari Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pelatihan Teknis Kelautan Perikanan Pesisir dan Pulau Kecil melakukan monitoring dan evaluasi budidaya laut di Pulau Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih.
Dalam monitoring dan evaluasi (monev) budidaya laut ini, tim memantau perkembangan kondisi kerambah. Selain itu juga melihat dari dekat kondisi kerambah, teknis budidaya, hasil panen, kondisi ikan dan kondisi perairan. Monev ini difokuskan kepada kerambah milik 3 (tiga) kelompok. Yakni, Pokdakan Mina Gili, Pokdakan Gili Aqua Mina dan Pokdakan Maju Jaya.
Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya Hari Pur Sulistiono, Kamis 9/5 mengungkapkan monev ini bertujuan untuk melihat perkembangan budidaya laut di perairan Pulau Gili Ketapang. Sekaligus memonitoring bantuan hibah kerambah apung dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur tahun 2018.
“Dari hasil monitoring dan evaluasi yang kami lakukan, ternyata bantuan hibah yang diterima oleh kelompok sudah termanfaatkan semuanya dengan baik. Bantuan kerambah apung ini sudah mampu memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan,” katanya.
Dengan adanya monitoring dan evaluasi budidaya laut ini Ipung, panggian akrab dari Hari Pur Sulistiono mengharapkan perkembangan budidaya kerambah di Pulau Gili Ketapang bisa terus berkembang. Hanya saja harus ada peran dari Kepala Desa (Kades) Gili Ketapang untuk mengatur kepemilikan kerambah agar tidak terjadi monopoli kepemilikan.
“Semoga budidaya laut kerambah ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan yang ada di Pulau Gili Ketapang, terutama saat terjadi musim paceklik. Sehingga kesejahteraan masyarakat bisa terus meningkat seiring dengan meningkatnya pendapatan masyarakat,” tandasnya.
Lebih lanjut dikatakannya, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur kembali melakukan underwater restocking (penebaran ikan di bawah air) sebanyak 60.000 ekor bibit ikan jenis kerapu dengan ukuran 5-7 cm. Ribuan ekor ikan kerapu ini ditebar di sekitaran fish apartement (rumah ikan) di 5 (lima) perairan laut Kabupaten Probolinggo.
Diantaranya, perairan Pantai Bahak Desa Curah Dringu Kecamatan Tongas sebanyak 8.000 ekor, perairan pantai Desa Dringu Kecamatan Dringu sebanyak 8.000 ekor, perairan pantai Desa Jabungsisir Kecamatan Paiton sebanyak 8.000 ekor, Pantai Duta Desa Randutatah Kecamatan Paiton sebanyak 8.000 ekor serta perairan Pantai Bohay Desa Binor Kecamatan Paiton sebanyak 28.000 ekor.
Penebaran ikan kerapu ini dilakukan di perairan Pantai Duta Desa Randutatah dan perairan Desa Jabungsisir Kecamatan Paiton. Penebaran ikan ini melibatkan 22 orang terdiri dari perwakilan Diskan Kabupaten Probolinggo, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, pihak rekanan serta anggota kelompok nelayan.
Hal tersebut bertujuan untuk pemulihan sumber daya ikan yang mulai berkurang dan punah di perairan tersebut. Sekaligus memberikan pembelajaran kepada kelompok nelayan yang peduli kepada lingkungan.
“Selain itu juga untuk memberikan penyadaran bahwa harus melakukan penebaran ikan kembali di perairan pantai. Karena sumber daya ikan juga akan dapat punah apabila di eksploitasi secara berlebih. Sehingga nantinya mampu meningkatkan kembali sumber daya ikan di perairan Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Dengan adanya kegiatan ini Wahid mengharapkan masyarakat nelayan selain melakukan penangkapan ikan juga peduli terhadap sumberdaya ikan dengan cara melakukan penangkapan ikan yang ramah lingkungan serta peduli dengan lingkungannya dengan menjaga dan merawat rumah ikan atau fish apartement sehingga hasil tangkapan meningkat dan tetap berkelanjutan untuk anak cucunya.
“Melalui penebaran ikan ini diharapkan pemulihan sumber daya ikan dapat meningkatkan produktivitas dan hasil tangkapan dari para nelayan. Dengan demikian pendapatan nelayan akan bertambah dan meningkatkan kesejahteraannya,” tambahnya.(Wap)

Tags: