Dishub Jatim Petakan 16 Titik Rawan Macet di Jatim

Jelang Mudik Lebaran 2019
Surabaya, Bhirawa
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim memetakan 16 titik atau lokasi rawan kemacetan saat Lebaran 2019 di Jatim. Menghindari kemacetan itu, pemudik yang melintas di wilayah tersebut diminta berhati-hati dan menyiapkan jalut alternatif.
“Sudah kami rapatkan, dan ada 16 titik atau lokasi rawan macet di Jatim. Kami mengimbau bagi pemudik untuk menggunakan jalur alternatif yang sudah disiapkan,” kata Kepala Dishub (Kadisuhub) Jatim, Fattah Jasin dikonfirmasi Bhirawa, Senin (27/5).
Fattah menjelaskan, adapun 16 titik atau lokasi di Jatim yang rawan kemacetan. Yaitu Ketapang (Banyuwangi), Pasar Ranuyoso (Lumajang), Pasar Wates Wetan (Lumajang), Pasar Tanah Merah (Bangkalan), Pasar Blegah (Bangkalan). Kemudian di Simpang Medaeng-Kletek (Sidoarjo), Simpang 4 Taman Dayu (Pasuruan).
Selain itu, sambung Fattah, lokasi selanjutnya yakni di Simpang 3 Purwosari (Pasuruan), Pasar Lawang (Kabupaten Malang), Pasar Singosari (Kabupaten Malang), Simpang 4 Underpas Karanglo (Kota Malang), Pasar Babat (Lamongan). Kemudian di Simpang 3 Masjid Moeldoko (Jombang), Simpang 4 Mengkreng (Nganjuk), Pasar Bagor (Nganjuk) dan Perlintasan rel KA Kaligunting Caruban (Madiun).
“Kemacetan ini, diantaranya disebabkan oleh peningkatan volume kendaraan. Kemudian adanya angkutan umum yang menarik dan menurunkan penumpang. Seperti di simpang Medang, angkutan umum seperti bus dilarang menarik dan menurunkan penumpang,” jelas Fattah.
Sementara, sambung Fattah, di ruas jalan tol, kemacetan diprediksi akan terjadi di enam titik di Jatim. Enam titik ini, yaitu di IC Dumpil, Ngawi, IC Bandarkedungmulyo Jombang, IC tol fungsional Pakis Malang, IC Tol fungsional Karanglo Malang, IC Taman Dayu Pasuruan dan IC Tol Warugunung Surabaya.
“Tetap kita antisipasi, yakni petugas Dinas Perhubungan dan anggota Polisi akan selalu berada di lokasi untuk mengurai kemacetan dan memberikan sosialisasi jalur alternatif. Solusi jalur alternatif sudah kami bahas dalam rapat angkutan mudik Lebaran 2019,” ucapnya.
Masih kata Fattah, nantinya ada sekitar 4.000 personel Dinas Perhubungan yang disiagakan sepanjang masa angkutan lebaran. “Selain dari unsur petugas Dishub Jatim dan Kabupaten/Kota. Nantinya juga ada dari unsur Kementerian Perhubungan dan kepolisian,” tegasnya.
Pihaknya sekali lagi mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif yang sudah disediakan. Sebab, dengan adanya tol, semua kendaraan akan masuk ke tol. Sehingga jalur alternaitf maupun jalur arteri akan berkurang volume kendaraannya.
“Tetap kita antisipasi. Kalau ada kejadian (kemacetan), misalnya di Surabaya-Mojokerto sampai Jombang, maka bisa dialihkan ke Babat-Ploso,” pungkasnya.
Sebelumnya, Dishub Provinsi Jatim melakukan Apel Gelar Pasukan Angkutan Lebaran Terpadu 2019/1440 H. Sebanyak 4.000 personel gabungan, diantaranya Dishub Kabupaten/Kota, TNI, Polri, Otoritas Pelabuhan, Otoritas Bandara dan Basarnas, siap memberi pelayanan mudik dan balik Lebaran dengan maksimal.
Bahkan, guna mewujudkan pelayanan prima dan kenyaman kepada masyarakat dalam menyambut mudik dan balik Lebaran 1440 H. Dishub Provinsi Jatim memaksimalkan pelayanan di 26 rest area (tempat istirahat) yang ada di Terminal tipe B se Jatim. [bed]

16 Titik Rawan Macet
Ketapang (Banyuwangi), Pasar Ranuyoso (Lumajang), Pasar Wates Wetan (Lumajang), Pasar Tanah Merah (Bangkalan), Pasar Blegah (Bangkalan). Kemudian di Simpang Medaeng-Kletek (Sidoarjo), Simpang 4 Taman Dayu (Pasuruan).
Simpang 3 Purwosari (Pasuruan), Pasar Lawang (Kabupaten Malang), Pasar Singosari (Kabupaten Malang), Simpang 4 Underpas Karanglo (Kota Malang), Pasar Babat (Lamongan). Kemudian di Simpang 3 Masjid Moeldoko (Jombang), Simpang 4 Mengkreng (Nganjuk), Pasar Bagor (Nganjuk) dan Perlintasan rel KA Kaligunting Caruban (Madiun).

Tags: