Diserahkan Penghargaan Satyalencana Satya Karya Pada 374 ASN

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto saat menyerahkan penghargaan Satyalencana Karya Satya kepada 374 ASN, dilantai II Pemkab Situbondo, Rabu (21/8). [sawawi/bhirawa]

Situbondo, Bhirawa
Bupati Situbondo Dadang Wigiarto secara resmi menyerahkan penghargaan tanda penghormatan Satyalencana Karya Satya kepada 374 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo, Rabu (21/8).
Anugerah penghargaan tanda kehormatan ini diberikan kepada ASN yang memiliki massa kerja 10 tahun sebanyak 233 ASN, lalu masa kerja 20 tahun kepada 57 ASN dan masa kerja 30 tahun kepada 84 ASN.
Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Situbondo, Drs H Akhmad Yulianto Msi, tujuan pemberian penghargaan tanda Satyalencana Karya Satya untuk membina ASN yang bersih, jujur dan sadar tanggungjawab sebagai aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat.
Selain itu, kata mantan Kabag Organisasi Setkab Situbondo itu, kegiatan tersebut untuk memperlancar pembangunan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Jumlah saat ini sebanyak 374 ASN yang menerima penghargaan,” aku Ahkmad Yulianto.
Menurut Akhmad Yulianto, pemberian penghargaan mengacu pada UU Nomor 20 tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Penghormatan. Lalu, sebutnya, juga mengacu kepada UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah serta Kepres yang mengikat tentang penganugerahan tanda satya kepada ASN.
Lebih lanjut, Yulianto menjelaskan, dalam kesempatan tersebut ia juga menyerahkan polis bea siswa dari Taspen Live kepada 27 orang serta tabungan hari tua.
“Sisanya kami juga menyerahkan kepada ASN yang pensiun dan KARIP sebanyak 25 ASN yang akan mamasuki masa purna tugas per-TMT- 1 September 2019 dari PT Taspen Cabang Jember,” beber Yulianto.
Sementara itu, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto dalam arahannya mengatakan, tanda kehormatan tersebut sebagai bentuk pengakuan dari pemerintah kepada ASN. Para abdi negara ini, kupas Bupati Dadang, memiliki tanggung jawab yang juga diminta tanggung jawabnya kelak diakhirat dan dunia.
“Ketika kesadaran tentang pengabdian terhadap bangsa, negara dan masyarakat ini tumbuh dari dalam diri, maka penghargaan atau tanda kehormatan menjadi bagian bagi kita untuk terus meningkatkan kesadaran dalam berbagai bidang yang bermuara pada kepentingan bangsa, negara dan publik,” jelas Bupati Dadang.
Bupati Dadang menambahkan, ada konsekuensi yang harus dilaksanakan dalam tugas tersebut dengan sebaik mungkin. Terutama, kata bupati dua periode itu, ASN yang telah memperoleh penghargaan tanda kehormatan, yang notabene merupakan tolak ukur masa kerja 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun dianggap baik oleh negara.
Untuk itu, sambungnya, ia kembali berharap kepada ASN untuk terus meningkatkan pengabdiannya ke negara. “Tentunya dengan terus menunjukan kinerja yang baik sebagai ASN, ” terang Bupati Dadang.
Masih kata Bupati Dadang, kinerja yang amanah dan profesional seta tulus dalam melayani masyarakat, merupakan salah satu landasan bagi ASN untuk mendapatkan penghargaan dari negara. Pasalnya, ucap Bupati Dadang, amanah itu harus ditumbuhkan dalam kesadaran dalam pada diri ASN agar senantiasa mendapatkan ridho dari-Nya.
“Dengan adanya rasa ketulusan maka kita dalam bekerja melayani masyarakat juga harus selalu dilandasi pelayanan dan niat tulus yang bagus,” pungkas Bupati Dadang. [awi]

Tags: